Kolaborasi Ide

teamly_logo

Jaman mengerjakan tesis kemarin, saya mengerjakan modul untuk suatu intervensi (yang akhirnya tidak jadi dipakai -__-). Pada waktu itu ada salah seorang teman yang juga memakai intervensi yang sama dan belum membuat modulnya. Saat ia meminta, ya sudah saya berikan modul saya padanya. Toh, saya tidak rugi apa-apa. Malah ikut senang dapat membantu teman saya tersebut membantu kliennya.

Lalu tiba saatnya teman saya tersebut menyelesaikan tesisnya. Saya pun meminta tesisnya karena memang saya tertarik dengan intervensi yang ia jalankan. Setelah diminta beberapa kali, ia tidak kunjung memberikan. Waktu itu saya pikir ia lupa atau belum sempat. Ya sudahlah. Namun saat teman saya yang lain meminta padanya, ia juga tidak memberikan tesisnya dengan alasan takut (yang saya juga tidak tahu takut apa). Padahal tesisnya kan dengan mudah dilihat di perpustakaan. Kenapa takut coba?

Dari kejadian itu saya belajar bahwa tidak semua orang mau berbagi, meskipun sekarang alat untuk berbagi sudah canggih, banyak tersedia, dan gratis pula.

Saya pun bertanya-tanya, mengapa ada orang yang tidak mau untuk berbagi, bahkan untuk sebuah ide, yang ia tidak perlu membayar untuk mengeluarkannya? Padahal dengan berbagai ide, saya merasa justru ada teman bertukar pendapat yang dapat memunculkan ide baru yang lain. Dengan berbagi ide, kita juga bisa menginspirasi orang lain untuk membuatkan sesuatu dengan berpijakan dengan ide yang kita lontarkan. Kalaupun ada orang-orang yang berjiwa plagiat dan mengikuti ide saya dengan sama persis, saya pun tidak khawatir karena saya percaya bahwa semua orang dapat meniru tapi tidak semua orang dapat mengeksekusi. Jadi kan untuk mempertahankan suatu produk/jasa berdasarkan sebuah ide, kita harus benar-benar memahami produk/jasa tersebut, karena nantinya kita harus melakukan ekspansi atau modifikasi produk. Nah, kalau asal plagiat saja, kan tidak mungkin ia memahami ‘ruh’nya. Tanpa pemahaman tidak mungkin pula untuk dapat mengembangbiakkan ide tersebut. Jadi say tidak pernah berpikir bahwa berbagi ide merupakan suatu hal yang sia-sia dan dapat mengancam saya. Justru berbagi ide yang membuat ide yang kita miliki semakin kaya.

Saya mengumpamakan berbagi itu seperti sebuah lingkaran. Ketika kita berbagi, kita akan mendapatkan kebaikan (entah dalam bentuk apa), yang melahirkan keinginan yang lebih kuat untuk berbagi, dan lalu memberikan kebaikan yang lebih banyak, dan begitu seterusnya. Sehingga prosesnya akan terus sambung menyambung tanpa terputus.

Sedangkan hidup tanpa berbagi itu ya..seperti proses linier saja. Kamu hidup, berkegiatan, dan lalu meninggal. Sebuah proses lurus saja, tanpa adanya timbal balik atau koneksi satu sama lain.

Jadi, kenapa masih takut untuk berbagi? Mari berkolaborasi! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s