Eyelash

png_eyelash__3_by_paradise234-d5lx903Sejak mengenal maskara, aku mulai menyukai bulu mata. Bagian tubuh yang tadinya aku ketahui fungsinya hanya melindungi mata dari air hujan. Itu pun diberitahu oleh guru IPA-ku. Namun sekarang aku tahu, lewat bantuan maskara, bulu mata dapat mempercantik penampilanku. Aku senang ia selalu ada di situ, dan berharap ia selalu menggantung dengan posisi yang sama. Bahkan, saat ia luruh ke bawah pun tetap membawa perasaan yang menyenangkan, karena kata orang kan bulu mata yang jatuh pertanda bahwa ada seseorang yang merindukanmu. Tapi..bulu mata yang satu ini mulai menyebalkan. Ia terlepas begitu saja dari mataku. Bukan jatuh seperti biasanya, namun lepas dan masih tetap tergantung di dekat mataku. Bukan itu saja, ia juga mendekati mataku, menusuk-nusuk (dengan halus sih) tapi justru membuat mataku perih dan mengeluarkan air terus menerus. Aku justru tidak nyaman dengan keberadaannya. Kedekatan yang justru menyakitkan. Aku ingin ia enyah secepatnya dariku. Yah..mungkin itu berarti, bahwa mungkin tidak selamanya yang selalu ada di dekat kita, harus selalu tetap disitu kan? Jika kita tidak menemukan hal yang menyenangkan lagi (dan justru menyakitkan) kenapa masih terus bertahan berdekatan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s