Diantara 1 milyar..

11212

kau ada di antara milyaran manusia // Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

-Perahu Kertas

Lirik di atas membuat saya berpikir. Apakah benar bahwa itu artinya jodoh kita hanya ada satu di dunia ini? Lalu bagaimana dengan orang jaman dahulu kala yang hidup di India tapi mempunyai jodoh di Inggis , misalnya. Jadi mereka tidak akan pernah bertemu dengan jodohnya dong (kecuali ada keajaiban seperti di ‘Around the world in 80 days‘)? Akan ada orang-orang yang, karena belum bersentuhan dengan era kecanggihan teknologi, tidak akan bertemu dengan jodohnya? Lalu bagaimana juga dengan masyarakat jaman sekarang, yang jodohnya orang Badui atau orang Eskimo, yang mana salah satu jodohnya itu tidak mengenal social media? Pasti akan banyak sekali yang menjomblo sampai akhir hayat, kalau jodoh seabsurd itu persebarannya.

Lalu saya sampai pada pemikiran bahwa manusia itu secara alamiah akan bereproduksi, jadi tidak mungkin mungkin mekanisme jodoh serandom dan seruwet itu. Kalau sampai begitu, tidak mungkin ada ledakan penduduk. Kalau jodoh manusia hanya satu, tidak mungkin ada orang yang selingkuh kayak tobat sambal. Saya pun akhirnya sampai pada kesimpulan, bahwa hanya ada dua kemungkinan, yaitu :

1. Ada beberapa orang yang menjadi jodoh kita. Mungkin di tiap daerah ditempatkan beberapa jodoh kita. Jadi kalau kita tidak berhasil sama yang x, maka akan ada cadanganya si y. Begitu juga kalau kita tiba-tiba pindah kerja ke daerah atau malah negara lain, akan ada beberapa jodoh yang juga siap bersilangan takdir dengan kita.

2. Kita adalah makhluk yang senantiasa berkompromi. Hubungan akan berhasil bergantung pada sejauh mana kita ingin mempertahankan hubungan itu. Pada awal-awal hubungan, jelas mempertahankan hubungan itu semudah makan tiga kali sehari. Sangat gampang. Kita akan melihat hanya hal-hal baik dari pasangan saja. Sama seperti kalau kita baru aja kerja di tempat baru (apalagi setelah pindah dari tempat kerja lama yang gajinya kecil, tempatnya jauh, jobdesknya banyak) rasanya pasti seperti pindah ke surga. Tapi kalau sudah lama, sejauh mana kegigihan kita sebagai seseorang yang menentukan keberhasilan hubungan itu. Kalau orangnya pantang menyerah, ya..maka hubungannya akan berhasil.

gitu gak ya?

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s