Kuantitas vs kualitas

Gossip

‘Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan bahagia selalu’.

Begitulah kira-kira kalimat yang umumnya diucapkan jika ada seseorang yang berulang tahun. Saat saya baru mengucapkan kalimat tersebut beberapa saat lalu, saya tiba-tiba menyadari adanya sebuah pola. Kita, cenderung untuk mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas. Lihat saja, kalimat ‘panjang umur dan sehat selalu‘ diletakkan di depan ‘bahagia selalu‘. Yang dapat diartikan bahwa lebih pantas untuk melihat seseorang memiliki umur yang panjang dibandingkan kebahagian yang selalu menyertainya.

Pikiran tersebut pun membawa ingatan saya pada tayangan TV semacam ‘Jika aku menjadi…’ sepaket dengan tangisan para ABG-ABG muda. Tayangan yang menyiratkan bahwa tinggal di pinggiran Jakarta dan memiliki uang sedikit berarti perwakilan dari sebuah potret yang bernama ‘kesengsaraan’, dan menjadi legal untuk para orang-orang berada untuk tiba-tiba datang ke rumah mereka, menangis, dan mengasihani hidup mereka. Padahal bisa saja para ‘masyarakat pinggiran‘ ini selalu berbahagia dan bersyukur dengan beberapa ribu uang di tangan yang dapat membeli tahu dan tempe yang menyehatkan tubuh mereka. Dan bisa saja ABG-ABG muda ini bergelimangan harta namun tidak bergelimang kasih sayang. Siapa yang tahu toh? Tapi (sayangnya) masyarakat sudah (terlanjur) melabel bahwa kuantitas yang banyak maka akan menjamin kualitas yang bermutu.

Potret lain mengenai kuantitas yang selalu lebih unggul dibandingkan kualitas pada masyarakat kita, tergambar dari pertanyaan-pertanyaan macam ‘kapan nikah‘ dan ‘kapan punya anak‘. Di pertemuan-pertemuan keluarga atau teman lama, pertanyaan-pertanyaan tersebut mendominasi dan nyaris tak pernah terlewatkan, tanpa disadari bahwa mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti ‘kamu bahagia gak dengan pernikahan kamu?‘ mungkin lebih penting untuk ditanyakan. Tapi nyatanya ‘berapa banyak anak’ lebih penting dibandingkan ‘bahagia atau tidaknya seorang individu di dalam pernikahan itu’.

Dan lagi-lagi kuantitas selalu lebih unggul daripada kualitas, di masyarakat kita..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s