Rasa

Kamu tadinya tiada meski sebenarnya ada. Tidak pernah tercatat dan membentuk jalinan di dalam neuron-neuron otakku. Tidak, sampai aku bubuhi setetes, dua tetes rasa, dan seterusnya sampai akhirnya aku tidak menghitung lagi berapa tetes rasa yang aku tambahkan saat ingatan bernama ‘kamu’ diantarkan ke sekujur sel-sel di otakku.

Sekarang, kamu kembali mati, atau setidaknya aku harap begitu. Aku ingin kamu angkat kaki, dan bersihkan semua sisa-sisa rasa yang pernah kububuhkan atas nama ‘kamu’ dulu.

Kamu..yang tidak pernah melahirkan ‘kita’, meski aku sudah mematri kata ‘kita’ sejak jauh-jauh hari. Sejak tetesan rasa pertama aku bubuhkan pada namamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s