Ibu dan bayi singa (part 2)

Saat ibu Singa sedang berperang dalam batinnya, si buaya diam-diam berjalan mundur. Ketakutan membuatnya tidak merasa bahwa ekor dan sekujur badannya sudah digigit-gigit gigi tajam puluhan ikan piranha. Dalam sekejap, buaya pun tiada dalam ketakutannya. Ibu Singa terkejut melihat peristiwa tersebut terjadi sangat cepat di depan matanya. Lalu.. apa yang harus ibu Singa lakukan? Haruskah ia memakan seluruh ikan piranha itu? Namun demi apa? Jika demi anaknya, toh anaknya sudah terlanjur mati. Pemakan anaknya pun sudah mati. Bukankah Ibu Singa seharusnya bersorak sorai? Atau justru bersedih? Tapi ia bingung, tidak ada yang ia rasakan dalam dirinya. Hanya mati rasa..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s