Cerita tikus

Seingatku, buku anak pertama yang aku punya adalah buku di atas, yang berjudul ‘Tikus Desa dan Tikus Kota‘. Bercerita dua sahabat pena yang saling berkunjung. Kunjungan pertama diawali oleh tikus kota ke desa. Ia mengejek dan mempertanyakan bagaimana tikus desa bisa tahan tinggal di tempa sesederhana desa, dan mengajak tikus desa pergi ke kota. Di kota, tikus desa terkagum-kagum dengan gemerlap kota, namun sayang, ternyata semua kekayaan yang dimiliki itu bukan punya tikus kota, melainkan milik pemilik rumah yang ditumpangi tinggal oleh tikus kota.

Dulu aku heran dan bertanya-tanya, bagaimana bisa si tikus kota hidup dengan tenang, bahkan menikmati, hidup yang penuh kepalsuaan dan dihantui oleh kejar-kejaran yang tiada henti. Ia bahkan mengejek orang lain yang hidup dengan penuh kejujuran. Aku tidak dapat membayangkan hal tersebut benar-benar terjadi di dunia nyata. Namun nyatanya, itulah yang terpapar saat ini, sehari-hari. Betapa banyak gemerlap yang disajikan oleh ibukota, kemewahan yang menyilaukan karena cahanya hadir dari berbagai penjuru kota. Tapi, apakah tawa yang diselimuti oleh gemerlap itu benar-benar tulus, atau dipenuhi kekhawatiran setiap saat, akan serbuan pemilik yang menagih mereka untuk menanggalkan kemewahan tersebut, pada waktu yang tidak terprediksi? Apakah tatapan nyinyir yang mereka tujukan ke motor-motor dan pejalan kaki yang mereka ciprati dengan mobil mewah mereka kala hujan, ditujukan untuk orang-orang tersebut, atau justru pada diri mereka sendiri?

Mungkin, karena itulah KPK menjuluki mangsanya dengan sebutan ‘tikus’. Mereka juga membaca bacaan sepertiku, dan teringat dengan tikus kota yang licin itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s