Minggu pagi di Senayan

Ada yang merebahkan badan di jalan raya, seakan-akan ingin mengumumkan kebebasannya di jalanan yang biasanya tidak memberi ruang padanya meskipun sudah berjalan di tempat untuk pejalan kaki.

Ada yang duduk di punggung ayahnya atau berlari-lari untuk menggoda ibu agar mengejarnya, sesuatu yang tidak pernah ia dapat saat ibu dan ayah larut dalam telfon genggam dan tumpukan kertas saat di rumah

Beberapa pasangan berlari-lari kecil mengelilingi stadion, seakan menjadi simbolisasi bahwa sejauh apapun mereka berlari, mereka sebenarnya akan kembali ke titik yang sama, rumah..

Beberapa yang lain memukulkan raket tenis ke bola yang diikat ke batu, yang menyebabkan bola itu melambung ke tempat yang tinggi, namun selalu ke titik awal. Sungguh, itu bukan pekerjaan sia-sia, walau tiada lawan dan selalu mengulang pola yang sama, karena kemahiran akan didapatkan di ujungnya.

Ada kawan lama yang tiba-tiba bertemu kembali. Menanyakan kabar dan terkejut dengan perubahan-perubahan drastis yang dimiliki lawan bicaranya. Seakan berbicara dengan kawan lama, yang tidak menyisakan sedikit pun dari masa lalu.

Sebaliknya, ada orang-orang baru yang saling bertemu dan bertegur sapa, lewat ketidaksengajaan bertubrukan, lewat bantuan yang diberikan saat raket tenisnya putus, lewat obrolan saat mengantarkan orang tua ke stand kesehatan milik mahasiswa kedokteran, lewat duduk bersebelahan saat mengisi perut yang keroncongan, dan lewat hal-hal lainnya.

Ada kisah yang terus berlanjut dan ada yang hanya terputus sampai disitu, tergantung dari ucapan ‘selamat tinggal’ atau ‘sampai jumpa lagi’ yang diucapkan dan diniatkan

Dan itulah sedikit potret pada minggu pagi di Senayan, kala itu..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s