Kuali-Kuanti..

Katanya, tingginya gunung dan dalamnya lautan dapat dihitung, tapi dalamnya hati siapa yang tahu. Yang menegaskan bahwa yang terkuantitatif lebih pasti dibandingkan yang kualitatif . Tetapi apakah begitu? Yang terkesan absolut, terkadang justru sulit untuk dihitung dan dipastikan berapa jumlahnya. Seperti saat menghitung jumlah orang yang ada di dunia. Hitungan satu orang dengan orang lain akan sangat mungkin menjadi versi yang berbeda-beda. Bukankah ada kemungkinan orang-orang yang meninggal dan lahir, dalam proses penghitungan orang satu persatu, yang menjadikan perbedaan hitungan antara satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan membaca peta. Sesuatu yang terlihat pasti, bahkan dapat ditambah dengan arahan suara, jika kita melihat peta elektronik macam GPS. Namun masih banyak saja yang tersasar, terutama untuk kaum hawa seperti saya. Di sisi lain, yang kualitatif terkesan absurd dan tidak memiliki pedoman baku untuk membacanya, dapat justru lebih mudah untuk diurai. Seperti saat menilai orang yang marah, senang, dan sedih. Seperti saat melihat pasangan yang sedang mengalami keretakan rumah tangga atau yang sedang dimabuk asmara. Justru lebih dapat terlihat dan disepakati, walau bukan sesuatu yang terkatakan dengan jelas dan pasti.

Hal-hal kecil yang membuat saya pikir, bahwa tidak selamanya pakem berlaku di setiap waktu dan tempat..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s