Yin dan Yang

Salah satu sebab saya menyukai teori tugas perkembangan dari Erickson, mungkin karena pemaknaan saya akan teori tersebut (Ya, sudah hukum alamnya jika seseorang membuat karya yang apik, akan banyak orang yang membuat berbagai interpretasi pada karya tersebut, entah benar atau tidak). Saya pun tidak tahu kesahihannya, tapi saya menangkap Bapak Erickson seakan berkata bahwa kesempurnaan hidup merupakan keseimbangan antara yang baik dan buruk, positif dan negatif, yin dan yang. Yang menyadarkan kita (atau setidaknya saya) bahwa sempurna bukanlah berarti diisi baik melulu, tetapi bagaimana menyeimbangkan antara yang baik dan buruk. Karena kita bukan malaikat, yang tidak sepenuhnya dapat baik secara terus menerus (dan juga tidak dapat buruk terus menerus juga pastinya).

Seperti halnya saat seseorang sedang ingin menggapai mimpi, takut gagal dan yakin berhasil adalah dua hal yang dominan mewarnai perjalanannya. Saat sedang mempersiapkan, kedua hal tersebut sepatutnya hinggap, namun takut gagal yang sebaiknya mendominasi. Agar kita menjadi lebih teliti dan memikirkan segala kemungkinan yang ada. Namun, ketika tiba saatnya untuk tampil, dan menunjukkan pada dunia akan mimpi kita, bergantianlah si yakin berhasil yang maju, dan takut gagal mundur perlahan. Agar aura keberhasilan pun dapat dirasakan oleh orang-orang disekitar kita. Bukankah begitu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s