Jodoh

Jika kamu bertanya, calon suami seperti apa yang aku inginkan. Mudah saja, hanya ada dua syarat kok. Pertama, ia bisa menjadi pemimpin, imam. Tolak ukurnya? Ya gampang. Kalau aku tidak selalu bertanya-tanya, mencoba mencari pembenaran, memperdebatkan, dan menentang perintah yang kamu berikan, berarti kamu sudah mendapat respekku. Kamu sudah menjadi pemimpin yang dapat membuatku merasa mendapat pembelajaran baru dan tuntunan untuk perlahan-lahan berubah ke arah yang lebih baik, tanpa merasa terpaksa, bahkan menyambut dengan riang gembira.
Syarat kedua adalah kamu seseorang yang dapat membuatku berpikir ‘Cari apa lagi sih? Toh semuanya sudah ada di dia. Jadi kurang yakin apa lagi?’. Dan kamu tidak perlu berpayah-payah berusaha memenuhi kedua syarat tersebut. Karena jika memang itu apa adanya kamu, pasti akan terlihat bagaimanapun caranya. Seperti layaknya matahari, akan selalu terlihat sinarnya di pagi, siang, dan sore, walau malam menutupinya. Dan jika memang kita adalah jodoh satu sama lain, kita akan bertemu suatu hari nanti. Yakinlah. Seperti bunga matahari yang selalu yakin matahari akan datang tepat di pagi hari. Bersabarlah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s