Kenangan, uang, dan kita

Cincinnya emas ya, mbak?

tanya resepsionis di tempat yoga saya berlatih saat saya tanya apakah melihat cincin saya yang ketinggalan. Pertanyaan tersebut langsung  menjelaskan muka kebingungan dan panik si mbak. Tadinya saya tadinya bingung saat saya bertanya, mbak-mbaknya langsung bingung dan memberi penekanan bahwa ia benar-benar tidak melihatnya. Saya mah percaya-percaya saja tanpa si mbak harus menegaskan. Tapi mungkin si mbak takut saya menuduhnya, mengingat kalau cincinnya emas (atau malah berlian), pasti akan sangat berharga sekali.

Tapi..sebenarnya apakah nilai itu? Berbeda gak ya reaksinya si mbak kalau saya katakan ‘Mbak, liat cincin saya gak yang ketinggalan minggu kemarin? Dari plastik gitu sih memang, kayak yang biasa dijual abang-abang di depan SD‘. Mungkin akan berkurang jauh kepanikan si mbak. Mungkin justu terganti dengan bersitan pikiran ‘Ah elah, gitu aja masih dicariin mbak. Uang jajan anak saya juga bisa beli cincin kayak gituan 5 kali‘. Tapi bagaimana jika saya tambahkan ‘Emang harganya mungkin gak seberapa. Tapi cincin itu hadiah terakhir dari anak saya yang meninggal sebulan yang lalu‘. Kenangan, akan menaikkan level dari suatu barang, seberapa murah atau tidak berharganya suatu barang tersebut di mata kebanyakan orang.

**

Lucu ya bagaimana uang dan kenangan dapat menjadi sebuah perpaduan yang unik. Uang, memiliki kuasa yang sangat besar pada masa ini, bahkan mungkin melebihi penciptanya. Mungkin sama halnya dengan berhala. Ingatkah kamu tentang kisah Nabi Ibrahim yang mempertanyakan kaumnya yang menyemba berhala, patung yang diciptakan dari tangan mereka sendiri. Mungkin kita tertawa juga dan mempertanyakan logika macam apa yang dipikrkan para kaum Raja Namrud kala itu. Tapi sadarkah kamu? Ada dari kita yang menghamba pada uang, padahal kalau diingat, uang adalah benda yang kita ciptakan sendiri. Namun berapa banyak yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan uang? Menyingkirkan logika demi mendapatkan benda yang ia ciptakan sendiri? Ajaib!

Kuasa uang dapat menjadi penentu berharga atau tidaknya sesuatu. Seberapa baik kualitas barang atau seberapa banyak cinta yang diberikan sang pembuatnya, tidak akan cukup berharga jika nominal uang untuk membelinya hanya sedikit. Sebaliknya, jika uang yang diberikan untuk mendapatkan suatu barang amat sanglah besar, akan dijaga, disayang, dan dikawal barang tersebut, meski mungkin maknanya kosong. Namun, sepertinya layaknya setiap hal di dunia ini, uang pun memiliki tandingan, yang bernama kenangan. Kenangan dapat membuat suatu barang menjadi berharga, meskipun kurang atau bahkan tidak bernilai di mata uang. Mungkin itu yang menyebabkan uang dapat mengikuti kenangan, sesekali. Jika uang merasa kenangan terlalu dashyat, atau dapat membuatnya terkenal, uang dapat menaikkan harga dari barang yang dulu dinilainya sebagai sampah. Lucu ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s