Wow..magic!

Waktu pertama kali menonton breaking the magician code, saya begitu terkagum-kagum dengan sulap. Sulap mungkin adalah satu-satunya kebohongan legal yang diperbolehkan. Bayangkan saja, mungkin sebagian besar dari kita tahu bahwa sulap hanyalah sekumpulan tipuan dan rekayasa, namun kita masih saja terkagum-kagum saat sulap disajikan di hadapan kita. Sulap memiliki daya pikat yang membuat kita sama-sama berpikir ‘bisa-bisanya‘ baik saat di luar maupun di dalam, baik saat melihat pertunjukkannya maupun saat mengetahui trik- ‘tipuan’ di baliknya. Sulap yang membuat kita melupakan nilai-nilai mendasar, semacam bohong dan jujur. Karena sulap adalah kebohongan yang dibalut dengan seni, akal, fantasi, imajinasi, dan bumbu glamor.

Kekaguman saya pada sulap yang akhirnya membuat saya menawarkan pada Hashfi untuk membeli sekumpulan alat sulap anak-anak. Ternyata Hashfi pun tertarik! Ia langsung meminta ijin pada ayah saya, dan ayah saya meminta pada Hashfi untuk bertanya pada saya terlebih dahulu (muter-muter yee -_-). Di dalam kotak tersebut tersedia tongkat sulap, dadu, dan berbagai kumpulan kartu, seperti layaknya pesulap pro. Tentunya lengkap dengan tips dan trik cara memainkannya. Menurut saya mainan ini bagus (apalagi jika dibandingkan dengan games elektronik ya), karena :

Melatih motorik halus, karena banyak trik dalam sulap yang memerlukan kecepatan dan kelihaian anak untuk menggunakan tangannya. Jika anak tidak cekatan dengan tangannya, ada kemungkinan trik sulap dapat ketahuan dengan cepat.

– Melatih anak untuk tidak mudah menyerah. Walaupun sudah disediakan triknya, merupakan hal yang sulit juga untuk bisa mempraktekknya tanpa ketahuan triknya. Nah, dengan tantangan seperti itu, membuat anak terus menerus mencoba dan melatihnya untuk menjadi anak yang tidak mudah menyerah, sbeelum tujuan tercapai.

Melatih kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Iya dong, tidak seru kan sulap tanpa ada penontonnya? Jadi ketika anak menyajikan sulap, ia harus memberi tahu apa yang mau ia lakukan dan bagaimana melakukannya, dan dengan permainan ini, dapat melatih anak untuk memiliki kemampuan komunikasi dengan orang lain yang baik.

Melatih anak menjadi observer yang baik. Misalnya dengan cara kita mempraktekkan dahulu trik sulap dan anak yang menjadi penonton. Saat anak menjadi penonton, ia dapat melatih kemampuan observasi / pengamatannya, sehingga ia pun dapat tahu trik sulapnya tanpa kita beritahu. Ini terjadi pada Hashfi. Saat itu saya minta ia memikirkan angka dari 1-63, lalu saya akan memberikan 6 kartu (yang terdiri dari berbagai kumpulan angka). Keenam kartu tersebut diperlihatkan padanya satu persatu, dan Hashfi harus menjawab apakah angka yang ia pikirkan ada di kartu tersebut atau tidak. Lalu setelah keenam kartu diberikan, saya menebak angka berapa yang ia pikirkan. Setelah mencoba dua kali, Hashfi ingin yang menjadi pesulap. Saat ia menjadi pesulap, ia bisa menebak angka yang saya pikrikan dengan benar! Hebat! Padahal ia belum tahu triknya. Saat saya tanya, ia bilang ia memperhatikan saya yang terlalu memperhatikan angka 12 dan 13 di antara berbagai deretan angka pada salah satu kartu. Lalu di kartu berikutnya, saya bilang ada, padahal hanya ada angka 12, tapi tidak ada 13. Jadi jawabannya 12. Cerdas! Padahal bukan itu triknya, tapi ia dapat mengetahui jawabannya karena ia mengobservasi dengan baik. Di trik yang lain, ia juga dapat mengetahui trik sulap sebelum saya kasih tahu. Nah, itu dari segi penonton, sebagai pesulap sendiri tentu harus punya kemampuan observasi yang baik,untuk melihat penontonnya seperti apa dan bagaimana menyajikan sulapnya secara elegan tergantung penontonnya. Dan dengan berlatih dummy sulap seperti ini, anak dapat berlatih hal tersebut.

Melatih kreativitas. Anak jadi tahu bahwa benda-benda yang ada disekitarnya, dapat memiliki fungsi yang lain. Misalnya dadu tidak hanya untuk dikocok saja, tapi bisa jadi alat permainan sulap. Dan hal tersebut dapat mendorong anak untuk berpikir out of the box dan kreatif, bahwa sesuatu tidak hanya dilihat sebagai satu hal saja, tapi bisa bermacam-macam tergantung sudut pandangnya (walaupun untuk sampai ke kesimpulan ini mungkin harus diarahkan ya).

Melatih anak untuk menjadi anak yang populer. Hehe.. kan makin banyak keahlian yang ia miliki tapi gak dimiliki orang lain, ia bisa dikagumi dan menjadi populer diantara teman sebayanya (kalimat ini boleh diabaikan :p).

Banyak juga ya manfaat yang diperoleh dari memainkan sulap. Bagaimana menurut Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s