Kotak kotak dan kumis

Alhamdulillah, pilkada DKI sudah selesai beberapa hari yang lalu. Walaupun hasilnya belum terlihat, namun semua orang rasanya sudah merasakan euforia menyambut pimpinan baru jakarta hasil quick count. Ada berbagai hal menarik, yang memberikan saya pelajaran dan definisi baru, terutama mengenai politik. Berikut ini beberapa hal yang dapat saya maknai:

1) Orang yang merasa akan kalah belum tentu curang, tapi orang curang pasti karena merasa akan kalah.

2) Kebohongan paling dahsyat bukanlah saat dapat menipu pembohong paling handal di dunia. Namun saat seseorang dapat membohongi dirinya sendiri dan berhasil meyakinkan diri sendiri bahwa kebohongan yang ia buat adalah kenyataan.

3) Kecurangan itu harus dibayar dengan harga yang mahal, dan salah satunya adalah kekalahan.

4) Seseorang dapat merasa bahwa ia dapat membeli dan menggerakkan dunia dengan kecurangan yang ia buat.

5) Kecurangan dan menghina tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif

6) Seseorang bisa merasa dapat berbuat apapun yang ia mampu karena ia merasa dapat membayar semua yang ada di dunia ini. Tapi ia lupa, bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang paling banyak sekalipun.

7) Masih banyak orang yang peduli pada diri dan sesama di jaman (yang katanya) serba individual dan kurang empati ini

8) Orang baik pasti akan banyak dibantu, walaupun ia merasa tidak memberikan insentif apapun. Padahal, tanpa ia sadari, ia sudah memberikan insentif yang tidak bernilai harganya, yaitu kebaikan itu sendiri.

9) Orang yang kreatif dapat membuat hal yang paling membosankan sekalipun menjadi sesuatu yang ia dilihat lagi dan lagi.

10) Uang ternyata bukan penguasa tertinggi atas manusia. Dengan wibawa, karisma, dan kebaikan, bahkan tanpa diberikan uang sepeserpun, seseorang mampu mengerahkan tenaga dan uangnya sekalipun, untuk orang lain.

Saya tidak akan menguraikan lebih lanjut. Interpretasi bebas saja :D. Ps : Semakin lama saya semakin ragu, kemarin tuh penduduk Jakarta benar-benar memilih gubernur apa memilih tukang sulap ya? Belum dilantik saja, sudah banyak yang mengeluh tentang kemacetan yang masih bertahan padahal gubernurnya sudah berganti.

Iklan

One thought on “Kotak kotak dan kumis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s