Menunggu jodoh, eh, bus..

Menunggu jodoh sama halnya seperti menunggu bus.

Yang menyenangkan adalah saat kita sudah siap, duduk manis di halte, bus itu langsung datang, dan mengantar kita dengan aman dan cepat sampai tujuan

Ada pula bus yang langsung datang, namun di tengah jalan bannya kempes, sehingga kita harus memilih, apakah ingin menunggu sampai bus tersebut sampai dapat berjalan kembali karena sayang dengan apa yang sudah dikorbankan, atau memilih bus lain karena sudah terdesak waktu

Ada pula bus yang datang tepat waktu, namun di perjalanannya, terlalu banyak alat transportasi lain yang juga ingin menuju tujuan yang sama, membuat bus tersebut harus bergerak perlahan, dan akhirnya tiba di tujuan dengan sedikit terlambat

Ada pula bus yang pergi tepat saat kita datang ke halte, seberapa cepat kita berlari pun tidak akan dapat mengejarnya, karena ia tidak melihat kita

Ada pula bus yang kita kira tidak akan sanggup kita mengejarnya, ternyata berhenti di ujung jalan untuk menunggu kita, dan yang perlu kita lakukan, hanya berlari sedikit untuk mengejarnya

Ada pula bus yang kita kira tidak melihat kita yang menantinya, karena kita berada di jalan yang berseberangan, ternyata menunggu kita, dan bahkan kondekturnya menghampiri kita dari seberang jalan untuk membantu menyebrangkan kita

Ada pula saat dimana kita sudah menunggu bus, namun tak kunjung datang, dan kita memutuskan untuk menyerah, eh..ia datang di detik-detik terakhir

Ada pula saat kita menunggu bus, ada seseorang yang kita kenal memanggil kita dari dalam balik kaca mobil, dan kita pun memilih untuk ikut dengannya, dibandingkan menaiki bus yang ternyata sudah datang persis di belakang mobil tersebut

Ada pula bus yang justru dengan agresifnya mengejar, memanggil kita, serta menjabarkan trayeknya, demi agar kita masuk ke dalamnya, dan sayangnya kita memilih untuk terus berjalan karena tidak satu tujuan dengannya

Ada pula bus yang seagresif bus diatas, namun lebih beruntung, karena kita memilih untuk ikut dengannya, mengingat bus pilihan tidak kunjung tiba

Ada pula bus yang sama dengan tujuan kita, namun setelah melihat penampakannya, kita memilih untuk tidak memanggilnya, dan menunggu bus lain dengan tujuan serupa

Ada pula bus yang datang dengan penumpang yang sudah sangat berdesak-desakan di dalamnya, namun kita memutuskan untuk menyempil saja di dalamnya, dan membuat keadaan menjadi semakin tidak nyaman, walau dilempar dengan tatapan sinis para penumpang lainnya, karena sudah terburu waktu dan kita tahu bus serupa tidak akan menghampiri kita dalam waktu dekat

Ada pula saat bus tidak kunjung tiba walau sudah ditunggu sekian waktu, akhirnya membuat kita memutuskan untuk kembali ke rumah saja atau menggunakan moda transportasi lainnya

Jadi yang manakah tipe bus kamu? Untuk menjawabnya, mungkin kita harus duduk manis di halte terlebih dahulu dan menunggu yang manakah yang akan datang dan tepat untuk kita, eh atau ada yang justru sudah duduk manis di dalam bus ya? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s