Matahari

Kapankah kamu menyadari? Bagaimana rasanya menjadi aku, dan bukan kamu. Mungkin kamu tidak pernah mengerti. Segala kemarahan dan kesedihan yang selalu aku dengung-dengungkan ke telinga kamu. Mungkin hanya masuk ke gendang telinga, tanpa pernah kamu proses ke kesadaranmu, apalagi tersampaikan ke otak. Mungkin aku terlalu banyak berharap tanpa pernah menyadari kodrat ini.

Aku memang hanyalah bunga matahari, yang setiap gerakanku mengikuti gerakanmu, matahari. Kamu tenggelam, aku pun mati. Dan jiwa baruku hidup, setelah kamu kembali terbit. Sadarkah kamu? Ya..mungkin kamu sadar. Tetapi kesadaran itu juga sama seperti kesadaran akan semua bunga matahari yang bertekuk lutut dihadapanmu. Sinar itu kamu berikan kepada siapapun, tanpa pamrih, tanpa mengharap jasa. Aku mungkin terlihat sama dengan bunga matahari lainnya, tapi aku ingin berbeda. Ah sudahlah.. bagaimana kamu dapat menyadarinya jika kamu saja tidak tahu bagaimana rasanya menjadi aku dan bukan kamu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s