Janji

Tak perlulah kau tanya-tanya terus mengapa perasaanku seperti itu padamu. Karena pertanyaanmu akan membuatku terdiam beberapa detik. Diam yang membuat kognitifku secepat kilat akan menyetir yang dirasa oleh perasaan. Jadi kalau pun kau memaksa, yang akan bibir ucap adalah mewakili pikiran, bukan perasaan.

Aku mengerti ketakutan dan ketidakpercayaan yang kau rasakan. Tidak bisa juga aku menjanjikan hal yang pasti, semisal tentang aku akan berada di sisimu sampai mati, meski saat ini aku cinta mati padamu. Aku bisa menjanjikan hari ini, tapi tidak untuk besok, apalagi lusa. Karena aku pun tak pasti. Janji yang akan aku ucapkan justru dapat membuatmu terluka.

Jadi sekarang, hentikan bicara dan mari merasa. Kemarikan tangamu, dan rasakan detak jantungku, yag selalu meningkat setiap bertemu denganmu, bukan dengan yang lain. Tidakkah itu cukup menjadi janji hari ini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s