Cermin

Mungkin kamu sudah pernah melihat berbagai wajah dengan mata kepalamu sendiri, yang lalu kamu tangkap dan abadikan melalui lensa mahalmu itu. Tapi ada satu wajah, yang sangat familiar dalam hidupmu, yang tidak pernah kamu lihat seumur hidupmu. Yaitu wajahmu sendiri. Mungkin itu cara unik Tuhan untuk mengingatkan, bahwa kamu tidak dapat hidup seorang diri terus menerus. Perlu ada orang lain, yang tidak pernah bosan untuk menunjukkan dan memberitahu bagaimana parasmu. Barangkali setelah ini, kamu akan mengatakan cermin sudah cukup menjadi teman setiamu. Namun, kamu lupa bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dilihat cermin dari seorang manusia, dari seorang kamu.

Cermin hanya memantulkan apa yang terlihat, dengan apa adanya. Ia tidak dapat melihat sesuatu, bahkan beberapa, potensi yang belum kamu keluarkan.

Lagipula, cermin memantulkan kamu apa adanya. Sementara harus ada yang menutupi aibmu dari khalayak, sambil pelan-pelan kamu benahi, agar kamu jadi manusia yang bermartabat.

Dan, siapakah yang bisa melakukan semua itu, kecuali belahan hatimu? Tidak usahlah kau cari jauh-jauh. Karena sudah kau temukan jauh-jauh hari, dan tidak akan pergi kemanapun, walau hati dan pikiranmu terus menyangkal dan berlari-lari ke arah sebaliknya. Karena bagaimanapun, kamu akan kembali ke rumah, tempatmu mengadu kala kesedihan melanda, dan bersorak saat gembira datang. Aku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s