Bebas yang tidak bebas

Katanya ini jaman demokrasi, serba bebas untuk mengeluarkan pendapat, serba bebas untuk bertindak, dengan penjaga batasan yang bernama pikiran kritis dan logis. Tapi kok ya, semakin dipikir, maknanya semakin absurd. Semakin lama batas bebas semakin tidak seimbang. Satu pihak semakin melebarkan kebebasannya secara perlahan namun pasti, yang pada akhirnya menghimpit dan mendorong kebebasan pihak yang lainnya. Akhirnya bebas pun pandang bulu. Padahal, semestinya bebas kan milik semua orang. Tapi, ya.. kata semestinya hanya milik utopis, tidak ada di kerajaan yang bernama realita.

Kamu bisa saja bebas merazia pada pedagang minuman dan makanan di siang hari bolong. Atas nama mereka tidak menghormati agama kamu. Padahal, tidakkah kamu tahu? Bisa saja mereka seagama dengan kamu, tapi mereka dapat menjaga hawa nafsu dengan berpeluh keringat untuk tetap mendorong gerobak dan menjaja makanan, demi uang sekolah anak mereka yang menunggak 3 bulan? Tidakkah kamu tahu? Bisa saja, karena ia menutup dagangannya, istrimu di kantor yang sedang datang bulan, kesulitan untuk mencari makanan pengganjal makan, padahal ia harus menyiapkan energi untuk menyelesaikan tugas di kantor dan mengurus anakmu saat ia pulang kantor nanti? Tidakkah kamu tahu? Bisa saja, karena ia tidak berjualan di bulan puasa, anakmu yang berumur 3 tahun, merengek kelaparan dan tidak ada makanan di rumah, karena ibu pergi ke kantor dan ayah sibuk merazia pedagang kecil yang lain. Dan tidakkah kamu tahu? Dengan kamu memaksanya untuk tidak menjaja dagangan, kamu menutup pintu rejekinya, dan juga merusak puasamu (karena bukankah esensi puasa adalah menahan hawa nafsu, dan kamu telah gagal melakukannya)? Lalu sebenarnya kebebasan dari kekuatan yang kamu miliki, untuk kepentingan siapa? Kalau tidak ada yang diuntungkan sama sekali dari perbuatanmu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s