Selamat datang MaBa!

Sebagai mahasiswa baru, sudah wajib hukumnya untuk mengikuti serangkaian tetek bengek (dari mulai penting sampai sangat tidak penting), dari kampus, fakultas, atau bahkan kakak kelasnya. Salah satu program yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru di UI adalah orientasi belajar mengajar (OBM). Kegiatan tersebut berlangsung selama seminggu (6 hari ya bukan 5 hari -_-) untuk memperkenalkan cara belajar di perguruan tinggi, khususnya di UI. Jadi mereka akan diberikan aktivitas/games, lalu setelah itu fasilitator memandu para mahasiswa untuk dapat menggali insight dari aktivitas, dan memberikan materi yang berhubungan dengan aktivitas tersebut. Nah, di OBM tahun ini, saya menjadi fasilitator. Jujur saja saya sudah lupa bagaimana bentuk dan rupanya si OBM ini. Wong, udah berapa tahun yang lalu jalanininnya, terus datangnya terlambat, dan kayaknya gak benar-benar niat jalaninnya. Ehm.. Saking parahnya, saya benar-benar lupa materi, teman sekelas saya waktu itu, dan fasilitatornya kala itu. Untuk menghindari mahasiswa macam saya, waktu saya fasilitator, ada masa-masanya tuh waktu saya nerangin materi, saya tunjuk random mahasiswa yang gak aktif berpartisipasi di kelas dan juga membuat peraturan kelas tentang konsekuensi bagi yang datangnya terlambat (semena-semena mwahah *evil smirk*) .

Setelah saya menjadi fasilitator di 3 kelas, saya baru sadar kalau sebenarnya ada banyak pesan bagus yang terkandung dalam OBM. UI (sebenarnya) secara sungguh-sungguh mengajak para mahasiswa ini untuk sedari dini benar-benar mengerti apa yang diharapkan saat mereka nantinya menjadi mahasiswa, dan saat sudah lulus nantinya. Diharapkan dengan para mahasiswa ini sudah tahu, nantinya mereka dapat menjalani masa-masa kuliah juga dengan berkualitas. Sayangnya, mungkin ada mahasiswa yang dodol seperti saya. Yang sampai saya lulus saya tidak tahu apa yang diharapkan oleh UI pada saya (padahal udah dikasih tahu waktu OBM), dan baru benar-benar sadar setelah menjadi fasilitator OBM.

Nah, adik-adik UI tercinta, agar tidak terjadi kedodolan seperti yang sudah saya lakukan, dan untuk terus mengingatkan saya akan tugas sebagai mahasiswa, berikut ini dirangkum point penting yang saya dapat :
– di pertengahan perkuliahan, saya baru menyadari bahwa manusia yang paling mulia adalah yang dapat memberi manfaat bagi orang lain. Tapi ternyata..hal tersebut juga sudah diajarkan sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di UI, yaitu pada saat OBM (ehmm..kemana aja lo?). Jadi, sebagai mahasiswa tugas pertama yang harus dilakukan adalah berpikir kritis. Dengan itu, kita bisa benar-benar memilah dan menganalisis suatu masalah, untuk nantinya kita bisa mengatasi masalah yang ada di dalam masyarakat. Jadi, sebagai mahasiswa kita bisa memberikan sumbangsih yang nyata untuk masyarakat. Diawali dari skripsi, nanti dilanjutkan saat kita sudah lulus, diharapkan tetap terus bisa memberi manfaat bagi masyarakat (jadi sebenarnya arti skripsi itu besar sekali, bukan hanya sekadar syarat kelulusan. Perlu dicatat ya, adik-adik). Oleh karena itu, nama kita sudah berganti menjadi MAHAsiswa, bukan sekadar siswa lagi. Karena kita bukan hanya sekadar belajar, tapi mengaplikasikan ilmu kita, untuk dapat bermanfaat bagi orang lain.

– Saat berpikir kritis, langkah pertama adalah mengeluarkan segala ide yang ada, baru nantinya disortir, dipilih mana saja logis, dan mengeliminasi yang tidak mungkin. Nah, seringkali kita (atau hanya saya?) tidak berani untuk berpikir, menulis, atau menggagas ide karena takut ini dan itu. Padahal kalau awalnya saja tidak berani, bagaimana nantinya kita bisa menghasilkan suatu ide yang brilian, ya kan? Jadi materi kala itu mengingatkan saya untuk berani salah. Namun, bukan berarti jadi excuse untuk salah terus menerus ya, karena kan kita juga harus bisa mengkoreksi kesalahan kita untuk jadi orang yang lebih baik.

Pelajaran lain yang didapat sebenarnya masih banyak. Namun saya juga sudah mendapatkannya saat saya belajar di psikologi, seperti cara berkomunikasi yang efektif dan bekerja di kelompok. Jadi sepertinya tidak perlu dibahas lagi disini (padahal dasarnya memang malas :p)

Nah, to sum up, adik-adik jadi ditegaskan sekali lagi ya bahwa tujuan akhir kita sebagai mahasiswa adalah memberi manfaat untuk orang lain, dengan cara dan sumber daya apapun yang kita miliki. Selamat belajar untuk mengetahui caranya dengan pengalaman dan orang-orang di sekeliling kalian yang menjadi pemandunya. Selamat datang di UI, MAHAsiswa baru 🙂

Fun fact :

– Mahasiwa ganteng berkumpul di jurusan teknik kimia (sepengamatan saya yaa.. Jadi bagi gadis maba belia, silahkan ya mencari gebetan di jurusan tersebut).

– Waktu memfasilitator anak regular banyak yang bilang kalau saya cantik, sedangkan waktu memfasilitasi mahasiswa paralel tidak ada yang bilan begitu. Jump conclusionnya sih berarti lebih cantik mahasiswa parale daripada reguler ya (eh?)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s