Pinta hujan

Ini musim hujan! Hore.. Hatiku mencelos kegirangan. Baiklah, ini saatnya untuk diam. Dalam diam, aku percaya perasaanku dapat terkirim padamu. Lewat udara dan air yang terbang ke atas, lalu dibawa oleh awan gemuk, dan turun kembali menjadi air yang bertalu-talu menghujani kamu.

Sebenarnya lebih baik kalau kamu mandi hujan. Mungkin kamu terlalu malu untuk melakukannya. Bukan anak kecil lagi, aku tahu. Tapi karanglah alasan, tidak bawa payung, atau mengejar bis begitu. Jadi, lebih banyak agen penyampai pesanku padamu. Kamu kan selalu minta bukti dan data, dasar memang ilmuwan sejati! Jadi, aku kirim saja sekalian, bukan sekedar rintik-rintik yang akan menggelitik wajahmu, tapi air yang akan mengguyur badanmu. Agar kamu semakin yakin bahwa itu adalah aku dan perasaanku, dan jangan sampai tertukar dengan yang lain.

Dan dalam harapku, terselip harapan lain lagi. Agar kamu merasakan perasaan yang sama dengan yang dibawa air padamu. Ya, aku tahu kamu malu, tidak usah dikatakan tidak mengapa. Kamu diam saja, seperti yang kamu lakukan, dan hujan akan menyampaikan balik pesanmu padaku. Ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s