Can you hear me?

Entah karena faktor umur, atau faktor stress yang melanda, rasanya sakit kok doyan sekali datang ke saya. Kali ini giliran telinga saya yang menjadi korbannya. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba telinga saja seperti tersumbat, dan tidak hilang-hilang sampai beberapa hari kemudian. Untung lagi tidak ketemu klien ya, kalau tidak kan gak lucu juga sudah curhat panjang lebar lalu sayanya gak dengar.

Akhirnya saya memutuskan untuk mendatangi THT. Dasar saya orangnya insecure (atau well prepared ;p) jadilah saya mencari-cari terlebih dahulu informasi mengenai THT. Saya pun makin yakin datang ke THT beneran (tidak di kampus walaupun ada layanan gratis) setelah membaca kisah seseorang yang kupingnya justru bertambah parah saat ditangani dokter koas. Saya pun memilih datang ke RS Brawijaya.

Cukup seru sebenarnya prosesnya. Pertama, kuping saya diberi cairan semacam air (yang disebut hidrogen atau apa ya?), terus geli-geli gimana gitu. Sebelumnya, dokter sudah mengingatkan kalau dalam proses tersebut saya bisa saja pusing. Dasar saya belagu, saya bilang dalam hati, ‘ah mana mungkin sih’. Eh, ternyata benar lho. Saya seperti habis turun dari roller coaster gitu. Terus saya teringat pelajaran waktu sekolah, sepertinya memang kuping itu dekat dengan pusat keseimbangan ya? Makanya mungkin kepala saya berputar-putar karena itu. Untungnya cuman sebentar dan saya pun disuruh menarik nafas dalam-dalam. Setelah sudah dibersihkan (dan dokternya semangat banget menyuruh saya untuk melihat kotoran yang berasal dari kuping saya -_-), dibersihkan kembali dengan stick yang dibalut kapas. Overall, prosesnya menyenangkan. Kayak kita mengorek kuping, tapi lebih dalam dan sensasinya lebih okeh.

Lebih gong lagi saat kedua telinga saya sudah dibersihkan, rasanya semua orang ngomong pakai mic. Keras banget! Bahkan saat saya menyetir,suara perpindahan tangan saya bisa saya dengar jelas. Lebay mungkin kedengarannya, tapi benar seperti itu. Coba saja dibuktikan! Untungnya di hari kedua, efeknya semakin berkurang. Ternyata tidak enak juga kalau telinganya terlalu peka, karena jadi bisa terkaget-kaget untuk hal yang sebenarnya biasa didengar. Dan, saya baru tahu kalau kita mesti melakukan pembersihan  telinga secara rutin, sekitar 6 bulan sekali. Mirip seperti kalau kita kontrol ke dokter gigi ya. Tapi sebenarnya kata dokternya kemarin, kotoran di telinga kita bisa keluar sendiri dengan alami. Untuk penjelasan lebih detailnya (dan juga mengapa tidak disarankan untuk menggunakan cotton bud) di artikel ini (hati-hati membersihkan telinga).

Terakhir adalah mengenai pembayaran (saya cukup sulit mendapatkan info mengenai ini di search engine, jadi untuk memudahkan teman-teman yang juga mencari info serupa). Pembayarannya cukup mahal di RS ini dan saya cukup terkaget-kaget, karena info yang saya dapatkan sekitar 150-200 ribu. Namun ternyata total yang saya habiskan sekitar 470.000 😥 (untung dapat kerjaan, jadi tertutup deh pengeluaran tidak terduga ini *info yang gak penting*) Biaya konsultasi dokternya memang 175.000, tetapi tidak termasuk pembersihan. Jadi pesan moralnya adalah : jaga kesehatan telinga ya (eh kesehatan lainnya juga penting ya). Karena sehat itu mahal. Nitte!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s