Naniura

Sering makan sushi? Nah, ternyata Tapanuli juga punya sushi lho, namanya Naniura. Ya, ikan yang benar-benar tidak dimasak! Tapi bedanya dengan sushi, naniura ini kaya akan bumbu. Jeruk yang dipakai untuk melumuri ikan ini dipercaya membuat fermentasi di ikan, dan akhirnya mematangkan ikan itu secara alami. Saya yang melihat proses membuatnya pun terkagum-kagum, dari ikan yang masih ada merah darahnya, karena dilumuri jeruk purut akhirnya warna merah darah itu pun hilang dengan sendirinya. Ibu Butet, sebagai kokinya juga mengatakan bahwa jeruk purut yang dipilih haruslah yang bagus, karena itu yang paling baik menghilangkan semua lendir dan bau.

Oh ya, bicara tentang sejarah, Naniura ini berasal dari bahasa Batak yang artinya ikan yang tidak dimasak. Dulnya menggunakan ikan satu-satunya yang ada di danau toba, tetapi karena sekarang sulit untuk didapat, maka digunakan ikan mas. Ikan untuk naniura ini bagusnya ikan yang tidak kembung. Oh ya salah satu campuran yang dominan dari naniura adalah Andaliman (seperti foto di bawah ini).

Rasanya? Wiiih membuat lidah jadi mati rasa. Enggak-enggak lagi deh saya mencoba (mungkin karena saya tidak terbiasa dengan rasanya ya, jadi kapok). Dulunya, naniura ini hanya disajikan untuk raja dan hanya koki kerajaan saja yang boleh memasaknya. Namun sekarang biasa disajikan saat acara ulang tahun, atau pernikahan untuk menyuapi mantu (upacara parumaen). Ikan yang dibuat untuk naniura ini tidak boleh dalam jumlah ganjil ya, nanti pamali. Nah, dari pada berpanjang-panjang, lebih baik langsung lihat cara membuatnya yuk :

Bahan‐bahan :

Ikan mas warna hitam 1 kg

Jeruk purut 5 buah (buah segar)

Garam secukupnya

Jeruk purut 10 buah (kulit jeruk sudah berwarna kehitaman)

Bumbu :

Kemiri 100 gram

Kacang tanah 150 gram

Bawang merah 10 buah

Bawang putih 2 buah

Kencur 5 cm

Jahe 5 cm

Lengkuas muda 3 x 5 cm

Sereh 5 batang

Andaliman 1 sendok makan

Bunga kecombrang 1 buah

Cabe rawit merah 5 buah

Kunyit 150 gram

Persiapan :

1. Buat daging ikan mas menjadi fillet kemudian rendam dengan garam dan perasan jeruk purut dengan kulit kehitaman.

2. Rebus bunga kecombrang kemudian iris halus dan ulek.

3. Kupas kulit kunyit, parut, kemudian larutkan dengan 50 gram air panas mendidih.

4. Kupas lengkuas muda, jahe, dan kencur kemudian iris tipis‐tipis.

5. Kupas bawang merah dan bawang putih.

6. Sangrai kemiri, kacang tanah, bawang merah, bawang putih, kencur, jahe, lengkuas muda, dan sereh satu per satu di atas wajan sampai harum.

7. Rebus cabe rawit merah.

8. Peras 5 buah jeruk purut segar.

Cara membuat :

1. Ulek semua bumbu sangrai sampai halus.

2. Tambahkan andaliman, ulekan bunga kecombrang, dan cabe rebus kemudian ulek kembali.

3. Tambahkan perasan air jeruk purut segar.

4. Aduh rata sehingga menyatu dengan bumbu.

5. Tuang bumbu ke dalam rendaman ikan.

6. Tambahkan ekstrak kunyit ke dalam ikan.

7. Aduk‐aduk kemudian diamkan selama 24 jam dalam kulkas.

8. Siap dihidangkan

Porsi :10 orang

*resep, sejarah, dan semua yang terkait dengan masakan, saya dapatkan dari pihak azanaya dan ibu Butet.

** Kalau mau memesan, bisa loh langsung ke Ibu Butet. Ibu Butet ini berjualan juga di Pasar Mayestik blok A LB1 BKS 98. Bisa juga dihubungi di 0813.9814.7103/0857.8214.6163. Juga menjual andaliman, teri medan, pora-pora, lais baung, combrang, gota, dan arsi ikan mas.

Iklan

2 thoughts on “Naniura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s