teater dan otak kanan

Bagi mereka yang tinggal di Jakarta, mungkin merupakan tantangan besar menemukan tempat hiburan yang age appropriate untuk anak 😦 . Oleh karena itu, saat tahu ada teater anak berjudul ‘Bawang merah bawang putih’, langsung saya mengajak Hashfi untuk menonton. Jika dibandingkan, mungkin bioskop menawarkan lebih banyak pilihan dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan teater. Namun, ada berbagai hal yang hanya didapat di teater dan tidak tersedia di bioskop. Misalnya, di bioskop walaupun katanya tontonan untuk anak-anak, tapi banyak adegan yang tidak sesuai untuk anak. Dengan melihat teater, anak juga lebih dapat feelnya. Sama aja seperti nonton konser live sama nonton konser di TV, walaupun lagunya sama, performanya sama, tapi jrengnya beda, ya kan? Nah, ini dia beberapa hal yang bisa dipelajari anak saat menonton teater, khususnya teater bawang merah bawang putih ini ya :

1. Belajar bahwa setiap anak bisa melakukan apa yang ia inginkan. Ketika anak melihat para pemain yang juga piyik-piyik seumur mereka bisa melakukan berbagai hal luar biasa di atas panggung, mereka secara tidak sadar akan menyadari bahwa mereka pun bisa meraih cita-cita dan passion mereka, asalkan mereka berusaha, dan tidak terbatas umur. Contohnya sudah terhampar di depan mereka.

2. Melatih otak kanan. Kalau yang ini agak-agak sotoy sih, tapi anggapannya adalah..selama anak di sekolah kan kerja otak kiri yang serba teoritis yang diberdayakan. Nah, saat liburan ini biarlah si bagian otak itu beristirahat dan rangsang otak kanan dengan berbagai seni.

3. Belajar tentang nilai moral. Setiap cerita, film, atau teater pasti ada nilai moral yang bisa dipetik sih. Kalau dari teater ini, pesan yang sangat kuat disampaikan adalah, jangan menilai orang dari luarnya saja, karena belum tentu orang yang buruk rupanya itu jahat, dan vice versa. Pesan lainnya adalah jangan berbuat jahat karena pasti akan ada balasan yang setimpal, atau bahasa kerennya karma do exist lah. Terakhir adalah memaafkan setiap orang yang sudah berbuat jahat pada kita. Pesan moral ini, kalau kata teman saya, Ariyo, sebaiknya tidak usah dicari-cari atau ditekankan pada anak, karena anak juga pasti sudah memahami sendiri kok. Mungkin kalau mau tahu pemahaman anak, bisa dengan ditanyakan kali ya. Jangan sampai karena merasa ‘terbebani’ anak harus mendapatkan pesannya, jadi menjejali anak, dan justru membuat nilai kesenangan menonton hiburannya jadi berkurang deh. Kan namanya saja hiburan, harus fun dong 🙂

4. Belajar lagu dan cerita rakyat. Ini khususnya berlaku untuk di teater bawang merah bawang putih ini sih, karena ceritanya sendiri kan kita tahu merupakan cerita rakyat. Dan karena ini teater musikal, maka diselingin banyak lagu, dan lagu-lagu tersebut didominasi oleh lagu daerah. Sehingga anak sekarang tidak lupa dengan kebudayaannya. Hashfi sendiri jadi lebih tertarik mendengar berbagai cerita rakyat yang lain setelah menonton teater ini. Oh ya, nama pemain pun terdiri dari palawija khas Indonesia, sehingga anak juga jadi bisa mengenal palawijaya yang mungkin asing di telinga mereka, seperti gadis ketumbar, ibu lada, nenek mengkudu, pemuda pare, dst.  

5. Membuka komunikasi antara orang tua dan anak. Nah, teater ini kan sering kali lebih sulit dibandingkan bioskop. Banyak pesan yang, menurut saya, implisit, apalagi kalau teater musikal. Mungkin untuk anak yang pertama kali melihat akan bengong, karena tiba-tiba di tengah adegan bisa tiba-tiba pemainnya nyanyi. Nah, di sini merupakan media yang baik untuk orang tua dan anak berkomunikasi (atau kalau anak sudah lebih besar) berdiskusi mengenai adegan dan perpindahan adegan yang terkadang absurd ini.

6. Membuka ruang imajinasi anak. Setiap seni pasti merangsang imajinasi anak, saya percaya, dengan caranya sendiri-sendiri. Entah sebagai penikmat atau sebagai pencipta.

Seperti itu kira-kira menurut saya. Bagaimana menurut Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s