Mantra hati

20120123-111412.jpg

image taken from here

Konon kabarnya, jika kamu berdoa di puncak gunung itu, maka doamu akan terkabul. Lalu di suatu siang yang terik, aku mendaki bukit yang terjal, dan melafalkan namaku digandengkan dengan namamu. Tanpa kita sama-sama tahu, sejak itu hati kita sama-sama ditautkan. Dan pikiran tentangmu menguap, sebagai konsekuensinya.

Lalu satu, dua, sampai tiga tahun berlalu. Dan masing-masing kita berusaha mencari si pemilik kunci. Tanpa menyadari kitalah pemegang kunci atas satu sama lain. Yang membawa diri masing-masing ke dalam bunga tidur beberapa malam sebagai pertanda yang tersamar. Yang membuatmu terus menerus mencari aku. Berlari, terjatuh, dan begitu seterusnya, sampai kamu lelah dan terduduk di bangku taman itu.

Dan di siang terik yang serupa. Lelah mengantar sepotong ice cream merah muda di tanganmu. Meleleh tepat di jari manisku. Berubah menjadi hati besar yang manis, mengiringi dua kata itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s