Rorscach’s wall

Jakarta dan hujan di akhir pekan ini, mengingatkan saya pada seorang anak laki-laki yang tantrum, melantai dan meraung-raung minta dibelikan mainan. Lelah dan berhenti sejenak. Lalu kembali bercucur air mata seperti energinya tak kunjung habis. Hujan di awal tahun ini pun seperti itu, deras mengucur, berhenti sebentar, dan kembali mengguyur, sampai entah kapan.

Salah satu yang jadi korbannya adalah tembok kamar saya. Rembesan air pun membentuk jejak-jejak seperti ini :

20120115-163434.jpg

Saya pun langsung teringat kartu Rorscach, dan membayangkan seekor naga hijau bertopi hitam yang sedang ingin menyantap makan siangnya, rumput hijau yang segar (1), di atasnya dinaungi awan (3). Lalu ada pula Mr. terong yang berjalan tertatih-tatih ke arah berlawan (2). dan terakhir, dua monster yang berdansa dengan asyiknya. Seperti ini petanya. Hehe..

20120115-153302.jpg

kalau kamu, apa yang terlintas di pikiranmu? 🙂

Ps : kita juga bisa loh bermain dengan anak-anak melalui rembesan air seperti ini atau bayangan saat gelap. Bagus untuk melatih imajinasi mereka 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s