Take a deep breath

20120114-233524.jpg

image taken from here

Pasti ada saatnya ketika menyetir, kita berpapasan dengan mobil lain, terlalu mepet sampai jika kita paksakan untuk maju pun akhirnya akan nyerempet. Jadilah salah satu, atau dua-duanya harus berkorban untuk mundur, mengarahkan setir ke arah lain, dan barulah kedua mobil tersebut bisa sama-sama terbebas berjalan, dengan tenang.

Begitu juga di dalam sebuah hubungan. Ada saatnya, ketika hubungan itu semakin dipaksa untuk maju, akhirnya malah crash. Tapi yang sulit adalah menemukan saat kapankah kita tahu hubungan tersebut dapat menyakiti satu sama lain? Walaupun kita dibekali pertanda yang lebih dari cukup untuk menggiring kita menentukan keputusan yang tepat, terkadang ada yang namanya perasaan dan logika yang akhirnya menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan. Tapi percayalah kita sendiri tahu dan sudah menemukan jawabannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s