#LightBulb 1

20120115-001256.jpg

image taken from here

Apakah Anda pernah mendengar tentang social entrepreneurship? Jika belum, mungkin google dapat membantu atau bisa juga lihat di postingan saya yang ini. Saya sendiri sudah lama tidak lagi bersentuhan dengan dunia ini. Namun, terkadang secara ‘pop-up’ ide tentang proyek yang dapat menjadi social entrepreneur muncul begitu saja. Rasanya sayang jika bum..menguap dan hilang. Jadi akan saya bagi di sini dengan judul #LightBulb. Mungkin jika membaca, akan terasa masih ‘mentah’ sekali, tetapi saya akan sangat senang mendengar berbagai feedback dan bahkan jika ada yang bisa dan bersedia mengembangkan. That’s the power of sharing our ideas, isn’t it?

Ok, here we go. Ide pertama ini muncul saat saya sedang menyortir baju-baju yang sudah jarang saya pakai dan ingin saya sumbangkan. Berapa banyak dari kita yang melakukan hal tersebut? I am pretty sure a lot, especially women. Tapi..terkadang kita bingung untuk menaruh ‘sampah’ tersebut kemana? dan jadilah barang-barang tersebut terus tertumpuk di rumah tanpa tersentuh. Dan idenya adalah..bagaimana untuk membuat satu wadah penampung barang yang sudah tidak terpakai/bekas tersebut? Infonya bisa tersebar secara masif dan free melalui social media. Lalu setelah itu berdayakanlah masyarakat yang memiliki banyak waktu luang (entah ibu rumah tangga atau anak-anak muda yang menganggur) untuk menyortir barang-barang bekas berdasarkan berbagai kategori yang disepakati dan mengambil barang bekas dari rumah para penyumbanga (ya, layanan pengambilan akan meningkatkan motivasi seseorang untuk menyumbang). Agar semakin banyak orang yang mau memberikan barang bekasnya (dan biar sama-sama untung), lebih baik untuk memberikan benefit bagi si penyumbang (misalnya 1kg sumbangan dihargai beberapa ribu).

Barang-barang bekas yang ada ini nantinya akan dijual lagi. Dan lagi-lagi publikasi menggunakan social media. Profit dari penjualan ini digunakan untuk ‘gaji’ para pekerja (disinilah letak social entrepreneurshipnya, memberikan penghasilan bagi masyarakat marjinal). Sisa profit dapat digunakan bagi modal usaha lainnya, atau kegiatan sosial (seperti membangun perpustakaan umum), atau bagi jenis kegiatan social entrepreneurship lainnya.

How do you think?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s