Happy Go lucky

Saat saya memenangkan suatu lomba, mendapatkan penghargaan, atau mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan, saya bertanya-tanya dalam hati. Apa saya memang pantas berada di posisi tersebut? Saya sering membandingkan hasil kerja saya dibandingkan dengan hasil kerja orang lain, dan berakhir dengan minder yang berlebihan. Hasil kerja saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka, dan ini serius. Saya membayangkan apa jadinya kalau ada di posisi dia, merasa karya kita lebih baik dari orang lain, merasa lebih unggul dari orang lain, tetapi malah orang lain yang menjadi bintang. Karena terkadang, saya pun pernah (merasa) berada di posisi yang sama. Di TV juga bisa kita lihat, terkadang pemenang di kontes menyanyi bukan yang memiliki suara paling indah, tetapi yang memiliki SMS paling banyak.  Tetapi sebenarnya ada yang lebih dari sekedar SMS. Sampai akhirnya saya berada pada kesimpulan, pemenang bukanlah orang yang terbaik, tetapi orang yang paling beruntung.

Teman saya pernah berkata, orang pintar kalah dengan orang licik, tetapi orang licik itu kalah dengan orang beruntung. Saya pun menambahkan, keberuntungan itu diusahakan. Orang-orang yang beruntung adalah campuran dari orang-orang yang bekerja keras dan berbuat baik. Orang-orang yang sering memenangkan undian, bukanlah orang yang ujug-ujug mendapat keberuntungan. Ia tekun menelepon nomor telefon undian, mengisi TTS, sampai akhirnya mendapatkan pola dimana ia mudah memenangkan undian. See? Bahkan menang lotere pun butuh kerja keras.

Saya tidak tahu bagaimana cara kerja tangan Tuhan, tapi saya percaya dengan pepatah yang mengatakan, saat kita menginginkan sesuatu begitu keras, alam pasti akan berkonspirasi. Saya pun percaya, kebaikan adalah bumerang. Ketika kita berbuat baik, alam pun akan membalas, entah bagaimana cara dan bentuknya, cepat atau lambat, tetapi kebaikan itu akan kembali lagi kepada kita. Jadi, ketika nantinya ada orang yang lebih beruntung dari kita, jangan lekas iri hati dan berburuk sangka. Tapi pikirkan, apakah kita bekerja lebih keras dari dia? Apa kita berbuat lebih baik dari dia? Dan jika jawaban keduanya ‘YA’, yang terakhir pikirkan ‘apakah benar tempat itu adalah tempat yang kita butuhkan (bukan inginkan)? Karena saya percaya, keberuntungan akan menghampiri orang yang tepat 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s