Online Journalism, grow fast!

Seperti yang saya pernah singgung, saya memiliki blog lain yang merangkum apa yang saya dapatkan selama saya kuliah. Ada juga banyak blog-blog lain (yang pada akhirnya beradaptasi menjadi website) yang juga menyediakan hal serupa, pengetahuan, pada para pembacanya. Menariknya, walaupun terlihat cuma-cuma, semua orang dapat mengakses artikel yang ada di blog/website tersebut secara gratis, hal ini dapat menjadi salah satu ladang penghasilan baru dan menjanjikan bagi para pengelolanya. Sebagai contoh, karena saya pernah bekerja di media ini, adalah di bidang parenting. Ada banyak parenting website, terutama di luar negeri, yang menyediakan panduan lengkap mengenai cara mengasuh anak, tempat-tempat hiburan yang dapat didatangi keluarga, tips-tips memasak sederhana untuk si kecil, Tanya pakar, dll, secara gratis. Lalu mereka dapat penghasilan dari mana dong? Dari iklan-iklan yang bertaburan di website tersebut. Semakin banyak pengunjung website tersebut, maka semakin besar pula nilai jual website tersebut untuk ditawarkan ke pengiklan.

Walaupun saya tidak berniat berkecimpung di bisnis ini, tapi menarik untuk mengetahui cara kerja media di dunia maya ini (mengingat sekarang siapa sih yang tidak kenal dan ketergantungan dengan dunia internet?). Salah satu orang yang dapat melihat peluang ini adalah Budiano Darsono, pemilik sekaligus pemimpin redaksi Detik.com. Ia dapat melihat peluang jurnalistik online, dan hal inilah yang membuat detik.com sukses sampai sekarang. Saat ini, banyak pemasang iklan yang berlomba-lomba untuk memasang iklan di portal ini, dan dalam 1 bulan, ratusan juta dapat diraup dari sini (saya lupa berapa persisnya ;p). Enda, yang disebut sebagai bapak blogger Indonesia, pernah juga menjelaskan bahwa sekarang tren jurnalistik di Amerika juga bergeser ke arah jurnalistik online. Lebih banyak pengiklan yang tertarik untuk memasang iklan di media online dibandingkan media cetak. Koran-koran terkenal, bahkan sudah banyak yang memangkas pegawainya, karena mulai menurunnya pembaca media cetak.

Nah, kalau di Indonesia, menurut saya, tren ini juga sudah mulai terlihat. Kemudahan browsing secara mobile, membuat orang-orang, terutama di kota urban, lebih memilih untuk mendapatkan berita dari media online (salah satunya detik.com). Selain jurnalistik online yang benar-benar berlandaskan prinsip-prinsip jurnalistik, bertaburan juga blog-blog dan website pribadi yang dapat menjadi alat untuk meraih pundi-pundi uang. Banyak pemilik website, yang awalnya bermula dari iseng-iseng, memiliki banyak pengunjung, dan akhirnya menjadikan websitenya alat bisnis. Selain bisa dilakukan dimanapun, alatnya simple, dan juga dapat membuat seseorang mandiri secara finansial. Jadi kalau ada yang berniat untuk mulai membangun bisnis media online, kenapa tidak? Salah satu lahan yang belum banyak digarap di Indonesia, tetapi nantinya pasti akan booming. Yuk, bersiap dari sekarang 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s