Meminta yang terbaik

Aku tidak tahu bagaimana mulanya, tapi tiba-tiba berdoa menjadi hal yang rutin aku kerjakan.

Makan, tidur, belajar, pergi, pasti ada saja hal yang membuat aku berdoa, setiap hari, setiap waktu

Dan aku sadar..aku tidak mengerti dan tidak memahami apa sebenarnya esensi dari berdoa itu

Apalagi ketika aku SMP dan SMA di Al-Azhar, berdoa menjadi sebuah hal yang panjang. Wajib karena dihafalkan, bahkan masuk dalam ujian. Tapi..lagi-lagi aku tidak melihat esensinya.

Sampai aku menjadi remaja, dan emosilah yang melingkupi segala doaku. Kekesalan dan kemarahanku dilampiskan dengan kata KENAPA pada Allah. Keinginanku diwujudkan dengan kata HARUS dikabulkan

Sampai akhirnya aku lelah..

Dan merenung kembali. Apa tujuan dari doaku? Apa yang aku mau?

Dan aku sadar..

‘Meminta yang terbaik’ adalah sudah lebih dari cukup.

Saat ini..dan nanti..

Karena Allah yang Maha Tahu, apa yang harus dan akan terjadi pada makhluknya..

Jadi aku memulai, dengan berdoa, untuk meminta apapun yang terbaik pada Allah

Awalnya susah, karena keegoisan yang menyelimutiku masih saja berkata untuk berkata HARUS..HARUS..HARUS..apapun yang aku mau..

Sampai aku kembali tersadar, dan teringat, bahwa :

‘Meminta yang terbaik’ adalah sudah lebih dari cukup.

 

Beberapa bulan yang lalu, aku ikut tes untuk masuk menjadi mahasiswa S2

Aku terus berdoa agar aku dapat diterima, karena aku sangat tidak suka gagal, dan aku tahu aku mampu

Sampai tibalah saat wawancara, dan ada satu pertanyaan yang membuat aku mengeluarkan air mata.

Ya..detik itu juga, aku tahu aku belum siap untuk ini, tapi sifat perfeksionis dan denial yang menonjol saat itu membuat aku berdoa habis-habisan agar aku dapat diterima, apapun konsekuensinya

Saat emosiku mereda, aku kembali tersadar dan teringat..  

‘Meminta yang terbaik’ adalah sudah lebih dari cukup.

Dan aku kembali meminta : bahwa jika aku memang belum siap, jangan tempatku aku disana. Tapi jika memang aku mampu, Engkaulah yang maha mengetahui tempatku, Ya Allah. Aku tahu Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku.

Dan akhirnya disinilah aku sekarang. Dan detik ini aku sadar, mem-pending kuliahku adalah sesuatu yang baik..untuk saat ini. Karena Allah punya rencana yang lebih baik untukku sekarang.

 

Beberapa minggu yang lalu, aku pun mendapatkan panggilan untuk interview di sebuah perusahaan.

Kondisiku saat ini, membuat aku sangat ingin untuk mendapatkan pekerjaan itu, sehingga aku tidak melihat segala ‘pertanda’ dan kejanggalan yang ada pada proses itu. Setelah wawancara, aku terus berdoa, agar aku dapat diterima disana. Sampai akhirnya, temanku memberitahu sesuatu tentang perusahaan itu, dan aku sadar, untung..aku bertemu dia sebelum proses wawancara kedua. Saat itu aku semakin sadar, bahwa ‘meminta yang terbaik’ memang adalah pilihan yang terbaik. Bukan dengan memaksakan kehendak, tetapi menyerahkan semua pada Allah.. karena Allah yang Maha Mengetahui segalanya.

 

Ya.. saat ini aku menyadari makna dari ‘meminta yang terbaik’. Memang itu yang paling baik, untuk sekarang maupun nanti.. karena kehendak kita mungkin bukanlah pilihan yang paling baik.. Tuhan pasti yang paling tahu, oleh karena itu tidak semua doa harus dikabulkan kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s