Dear God..

Salah seorang teman dalam peer saya melakukan sebuah tindakan yang mengejutkan banyak orang. Banyak orang bertanya apa alasan dibalik tindakannya tersebut, baik bertanya secara langsung maupun berbisik-bisik di belakangnya (baca : gosip). Saya sendiri tidak tahu apa yang benar-benar ada di balik pikirannya. Saya pun tidak tahu tindakan apa yang harus saya lakukan.

 

Yang saya tahu..

Adalah sebuah hal yang alami jika kita bertanya-tanya berbagai hal esensi. Hal yang sebenarnya sangat mendasar. Siapakah kita? Dari manakah asal kita? Jikakita diciptakan, siapakah yang menciptakan kita? Menurut saya, itu merupakan sebuah hal yang amat sangat wajar. Saya pun pernah berpikir hal-hal tersebut. Apalagi dulu ketika saya sangat terobsesi masuk ke jurusan filsafat, dan membaca ‘Dunia Sophie’. Tapi..saya memilih untuk mencukupkan otak saya, menyuruhnya beristirahat sejenak, dan berhenti bertanya hal-hal misterius. Sampai nanti..tiba saatnya yang tepat. Saya bertemu seseorang yang dapat membuat saya tidak dahaga lagi. Banyak sekali hal yang saya pertanyakan dalam diri saya, misalnya :

Apakah Tuhan yang saya pilih adalah benar, karena menurut saya semua agama memiliki ajaran yang sama-sama benar (esensinya), yaitu sama-sama menyuruh kita untuk berbuat kebaikan. Hanya tata caranya saja yang berbeda, hanya Tuhan yang diyakininya saja yang berbeda. Dalam agama saya, (kasarnya) semua orang yang berbeda agama dengan kami tidak akan masuk surga. Tapi..Jika ternyata agama lain yang benar, dan ternyata agama yang saya yakini sekarang salah. Lalu apakah saya akan masuk neraka bersama dengan penganut agama yang saya yakini?

Lalu jika memang nantinya kita akan hidup kekal selamanya, untuk apa kita harus melewati fase dunia  & akhirat? Jujur, merupakan hal yang sangat menakutkan (menurut saya), untuk hidup selamanya. Tidak ada kepastian. Setiap hari akan ada esok, ada esok, ada esok..dan..tak pernah ada akhir. Sangat menakutkan!! Saya sangat takut keabadian (bahkan sekarang saya merinding)

Saya bertanya apa gunanya saya diciptakan?

Apa gunanya parasit diciptakan?

 

Aah..Itu hanya beberapa pertanyaan, dan (sebenarnya) masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain, yang membuat saya tidak yakin dengan apapun. Tapi..saya memilih otak saya untuk CUKUP, dan berhenti bertanya. Karena sekarang pun saya tidak memiliki jawabannya. Saya pun tidak tahu siapa yang dapat memberikan jawaban tersebut pada saya, tidak sekarang. Jika saya meneruskan pertanyaan itu, saya rasa saya akan gamang. Tidak tahu apa yang saya harus yakini, tidak tahu apa yang harus saya pegang, dan tidak tahu apa yang harus saya perbuatan. Kosong.. dan saya takut itu..

 

Jadi biarlah, sekarang saya menjalani apa yang saya jalani. Meyakini apa yang saya yakini. Setidaknya untuk saat ini, saya dapat berpuas hati. Sampai nanti..saat saya menemukan orang, atau perantara, atau pengalaman, yang membantu saya untuk menemukan jawabannya

 

Teman saya, mungkin menanyakan beberapa pertanyaan yang juga saya pertanyakan. Mungkin ia sudah menemukan jawaban, mungkin juga tidak, maka ia melakukan tindakan tersebut. Saya tidak tahu, saya benar-benar tidak tahu. Dan saya tidak mau memiliki prasangka apapun.. saya hanya berdoa..apapun yang ia pikirkan dan lakukan sekarang, adalah yang terbaik untuknya. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s