painted veil..

 Film yang saya tonton akhir-akhir ini adalah ‘Red Clief’, ‘Painted Veil’ & “Curious Case of Benjamin Button’. Karena saya orangnya sering lupa. Jadi..salah satu resolusi di tahun baru ini adalah meresensi semua film yang saya tonton. Biar kalau lupa, bisa liat resensian yang saya buat sendiri gituu. Hehe.. Film pertama adalah.. Painted Veil.

 

*Karena saya susah menghafal nama orang dan tempat, jadi..maklumin aja yah kalau ada salah2 nama. Ok, film ini dimulai dengan..pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita yang ia lihat di pesta milik ibu wanita tersebut. Akhirnya, ia mengajak wanita tersebut berdansa, dan esoknya ia pun melamar wanita tersebut (gilaaaa..cepet abis ya prosesnya). Wanita ini pun mau, dan mereka pun akhirnya menikah. Nah, berhubung si pria ini adalah mikrobiologis (bener gak sih?), yang pekerjaannya adalah mempelajari bakteri-bakteri dengan tujuan untuk membuat obat penghilang bakteri-bakteri tersebut, sehingga dia pun sering pergi ke negara-negara lain . Nah..rencananya ia memang mau pergi ke Korea, yang lagi mewabah penyakit kolera, sehingga ia pun membawa istrinya untuk pergi ke negara tersebut.

 

 Istrinya yang memang tidak mencintai suaminya ini (yaiyalaah..baru kenal 2 hari gituuu) dan menyadari kalau suaminya adalah orang yang serius dan gak banyak omong, seketika langsung bosen berada di tempat yang ia sama sekali gak kenal. Sampai pada suatu hari, suaminya ini mengajaknya ke sebuah pertunjukkan, disana mereka ketemu dengan diplomat Inggris yang bertugas disana & istrinya. Nah..si diplomat dan si istri microbiologist ini saling flirtingbercandatawa di tengah-tengah pertunjukkan, dan besok-besoknya mereka selingkuh! ckck.              

 

Nah, gak lama setelah perselingkuhan pertama mereka, si microbiologist ini bilang sama istrinya kalau dia harus pergi ke daerah titik rawan koleranya, karena ia harus menyelidiki bakteri dari pusatnya. Dan dia pun ngajak istrinya, nah.. si istri pun spontan menolak. Nah si suami langsung mengancam akan menceraikan istrinya dengan alasan perselingkuhan. Ternyata dia tau booo! Akhirnya, mereka pun sepakat kalau selingkuhannya si istri ini mau nikahan si istri, si suami sepakat akan menceraikan istrinya dengan cara damai (gak gara-gara alasan selingkuh). Yaudah, si istri langsung ngacir ke tempat selingkuhannya, dan ngasih tau hal ini. Sayang beribu sayang, selingkuhan gak mau menceraikan istrinya. *sudah gw duga, dasar lelaki buaya darat!

 

Yasudahlah, akhirnya si istri setuju ikut suami ke daerah rawan kolera itu. Singkat cerita, si suami memperlakukan si istri dengan dingin. Gak pernah ngobrol dengan enak lagi. Pokoknya hubungan mereka dingin gitu (*gitu ya ternyata cowok kalo udah marah, seketika cinta menjadi benci ;p). si istri, yang juga ngerasa dulu terpaksa nikah sama ni suami, trus jadi kehilangan selingkuhan juga, ya udah bodo amat dengan tingkah suaminya. Tapi..disana.. dia mendengar kalo selingkuhannya itu emang mata keranjang aka tukang mainin perempuan, udah..pupuslah harapan untuk balik ke selingkuhan. Ditambah dia juga mendengar betapa baiknya suami dari penduduk sekitar, akhirnya..lama-lama ia makin jatuh cinta sama suaminya dan mulai memperbaiki sikapnya bahkan membantu di gereja setempat dengan menjadi guru untuk anak-anak terlantar yang orangtuanya meninggal karena kolera. Waah..akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta =). Dan, si istri akhirnya hamil, walaupun gak yakin itu anak suami atau anaknya selingkuhan, si suami gak mempermasalahkan hal itu, saking cintanya sama istri. Sayangnya, kondisi happily ever after ini gak bertahan lama. Si suami terkena KOLERA juga!! Huuwh..dan akhirnya ia meninggal. Si istri akhirnya pulang kembali ke kampung halaman deeh.

 

Cerita ini pada adegan-adegan awalnya berjalan sangaaat cepat. Gw, sebagai penonton merasa gak nikmatin banget. Baru ditengah-tengah adegan berjalan layaknya film biasa. Umm..kalau ditanya film ini bagus atau enggak? Gw sih gak begitu terkesan dengan film ini, gak bilang jelek juga. Tapi..kayak gak ada gregetnya aja.

 

Tadinya gw menonton film ini karena gw kira ini film adalah adaptasi dari novel ‘Love In The Time of Collera’nya Gabrielle. Settingannya emang pas wabah kolera dan adaptasi novel juga. Tapi..ternyata tidak saudara2, ini dari novel yang berbeda. Wah..ternyata wabah kolera itu menimbulkan inspirasi yah buat para pembuat novel. Sampai ada dua novel bertemakan sama. Sama-sama cinta pada pandangan pertama lagi.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s