Polusi di Ibukota. Kapankah berakhir?

Waktu jaman SMA dulu, saya terbiasa pergi ke sekolah naik ojek. Hal ini karena sekolah saya yang dekat dengan rumah, selain itu saya juga tukang telat, jadi..dengan memakai ojek, saya kan bisa nyelip2, dan gak terlambat deh sampai ke sekolah. Hehehe.. Di perjalanan, walaupun cuma sebentar, tapi saya sering sekali harus bersaing dengan bis-bis kota yang kalau ngeluarin asap..uhuk..uhuk..bikin batuk dan mata perih

 

Setelah saya kuliah..saya tidak lagi harus berojek2 ria, dan saya merasakan beberapa perbedaan. Rasanya udara yang saya hirup sekarang lebih fresh dan rasanya menyenangkan. Rasanya muka saya udah lebih bersih dan gak butek lagi. Ternyata..Sekarang saya juga baru tahu kalau Jakarta tuh kota terpolusi ke 3 di dunia. Ckckck..pantesan rasanya gak enak banget udaranya setiap saya berangkat ke sekolah, padahal cuma 10 menit aja. Pantesan ibu saya selalu nyuruh saya pakai masker setiap naik ojek, tapi sayanya aja yang selalu ngebandel ;p.

 

Coba aja nengok ke atas awan kalau gak percaya udara kota Jakarta sudah sebegitu parahnya. Udaranya tuh butek, kayak terselimut sama apaaaa..gitu. Gak enak dilihat lah pokoknya. Bandingin aja udara di jalan sudirman sama di pematang sawah. Bedaaa..banget.

 

Kapan ya, saya bisa menghirup udara yang bebas polusi di Jakarta? Nunggu pemerintah bertindak tegas dan memberikan bis layak jalan pada bis yang mengeluarkan knalpot itu? Nunggu pabrik-pabrik berporduksi lebih ramah lingkungan? Atau menunggu penduduk Jakarta menjaga lingkungannya? Umm..sampai kapan ya saya harus menunggu?

 

Ngomong2 soal polusi, saya jadi teringat dengan komunitas bersepeda. Saya senang banget sebenarnya dengan berdirinya komunitas ‘bike to work’ atau ‘bike to campus’, Tetapi..dengan udara Jakarta yang penuh dengan polusi ini, saya sekaligus kasihan dengan mereka. Mereka harus memakai segala macam peralatan, seperti masker, agar terhindar dari polusi kota ini. Jadi..ayo kita bantu menyukseskan gerakan mereka. Kalau belum bisa memakai sepeda secara rutin seperti mereka, yah..setidaknya kita tidak lagi berkontribusi pada peningkatan polusi di ibukota ini. Ya gak?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s