Knowledge Economy

Waktu itu saya iseng bertanya pada salah satu teman saya, “Lo tau gak knowledge economy?”. Dia cuma geleng-geleng kepala. Lalu saya bilang kalo itu adalah istilah tentang pengetahuan yang mempengaruhi perekonomian suatu bangsa. Terus dia membalas, “Ya..bener donk, kalau semakin banyak pengetahuan, maka akan semakin banyak pemikiran untuk meningkatkan ekonomi”. Yup, benar sekali. Kalo kita pikir-pikir memang seperti itu kan logikanya? Tapi tahu tidak kalau 200 tahun belakangan ini para ekonom beraliran neo-klasikal hanya mengakui 2 faktor yang berperan dalam produksi, yaitu pekerja dan kapital. Pengetahuan, produktivitas, pendidikan hanya dipandang sebagai faktor yang ada diluar sistem tersebut. Tapiii..setelah itu muncul pemikiran baru yang dinamakan New Growth Theory yang menyatakan bahwa teknologi dan pengetahuan adalah bagian dari sistem ekonomi itu sendiri. Pengetahuan ini sendiri menjadi faktor ketiga dalam produksi yang mengarahkan perekonomian (Romer, 1986; 1990 dalam http://www.wikipedia.com).

Tak heran, jaman sekarang, semakin tingginya tuntutan yang diminta. Lihat saja berapa banyak sarjana S1 yang menjadi pengangguran? Padahal beberapa puluh tahun yang lalu, duduk di bangku kuliah saja adalah suatu kebanggaan yang luar biasa. Sekarang pun, seorang anak yang ingin masuk ke SD harus sudah dapat membaca dan menulis. Tak heran, anak TK sudah memiliki beban yang terlampau berat. Padahal ketika jaman saya dulu, TK yah..artinya bermain-main=p. Hal ini kontras sekali dengan kebijakan pemerintah Indonesia, misalnya program “Wajib belajar 9 tahunnya” yang sampai sekarang tidak ada modifikasi ataupun penambahan. Padahal lulusan SMP sekarang hanya akan menjadi apa?

Oh ya, kembali lagi ke soal knowledge economy, sebenarnya apa sih itu? Istilah yang dipopulerkan oleh Peter Drucker dalam bukunya The Age of Discontinuity itu adalah sebuah istilah yang menggambarkan pengetahuan berbasis ekonomi. Masih bingung =p? Pengertian lebih awamnya adalah penggunaan pengetahuan (seperti pengetahuan akan manajemen, pengetahuan akan keteknikan,dll) untuk menghasilkan keuntungan ekonomi (www.wikipedia.com)

Contoh mudahnya, pernah ada yang beli barang di Ebay? Itu loh toko online? Kita tinggal menyambungkan koneksi internet, klik, klik, lalu sampailah barang di rumah kita. Pembayarannya pun melalui dunia maya. Praktis bukan? Itulah contoh teknologi yang mempengaruhi ekonomi. Sekarang rasanya sudah mudah sekali untuk melakukan pembelian atau penawaran suatu barang, lewat teknologi yang bernama internet. Kita tinggal memasang iklan, dan berjuta-juta orang dapat melihat pemasangan iklan kita, bahkan sekarang pun banyak website yang menawarkan pemasangan iklan gratis. Atau sebaliknya, kalau kita membutuhkan suatu barang, tinggal search, dan voila..barang yang kita inginkan pun tersedia. Hal ini menjadikan orang-orang di berbagai belahan dunia bisa saling bertransaksi walaupun tidak mengenal antara orang yang satu dengan orang yang lain. Sehingga semakin meningkatlah jumlah transaski melalui media ini. Sayangnya, tetap saja jual beli melalui teknologi macam ini tidak luput dari penipuan.

Bicara Indonesia sendiri, jual beli macam ini sudah mulai berjamuran. Contohnya tante saya yang menjual coklat, dengan memasang iklan di dunia maya ini, berdatanganlah berbagai pelanggan yang memesan, yang tidak hanya dari Jakarta, melainkan pulau-pulau lain di Luar Jawa. Praktis, mudah, dan menguntungkan kedua belah pihak.

Mengenai sumber daya sendiri, apakah Indonesia sudah siap menghadapi era globalisasi, yang terkait erat dengan knowledge economy ini? Humm..mungkin untuk penggunaan internet, masih kurangnya masyrakat Indonesia yang memanfaatkan teknologi yang satu ini. Lihat saja di rumah-rumah, masih sedikitnya orang yang memasang internet. Paling jika mereka butuh, mereka akan ke warnet. Ini menjadi cerminan bahwa internet belum begitu dibutuhkan. Sedangkan untuk globalisasi sendiri, seperti yang telah saya sebutkan di postingan sebelumnya, mulai banyaknya orang-orang Indonesia yang fasih berbahasa Inggris. Dimana bahasa Inggris merupakan alat yang penting sebagai media komunikasi antara satu orang dengan orang lain di berbagai belahan dunia. Yah..semoga saja Indonesia dapat menjadi lebih maju di kancah perekonomian internasional dengan semakin terbukanya gerbang globalisasi. Bravo, Indonesia!!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s