Marital Rape

Seks..

Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar kata yang satu ini. Mungkin sebagian besar dari kita akan mengarah ke skema berbau negatif =p (hehe..don’t mean to judge you all). Tapi..itulah, mungkin sebagian besar dari kita akan mengarahkan artian seks ke dalam hubungan persetubuhan. Padahal seks, yang diambil dari bahasa Inggris, diartikan sebagai jenis kelamin.

            Terkadang, kita terlalu malu untuk membahas masalah seks, bahkan mengucapkannya saja dapat membuat orang lain memicingkan mata ke arah kita. Dengan kata lain, seks dipandang sebagai hal yang tabu. Di banyak keluarga Indonesia, hal ini tidak dibahas, termasuk keluarga saya. Padahal seks tidak melulu tentang blue film atau gaya berhubungan melainkan perbedaan anatomi perempuan dan laki-laki, mengapa perempuan menstruasi, mengapa ibu melahirkan, itu juga merupakan pendidikan seks. Hal ini menyebabkan para anak-anak tidak terbiasa untuk berdiskusi soal seks di rumah, akhirnya rasa ingin tahu yang besar menggiring mereka bertanya pada teman sebaya ataupun media massa (sudah pernah dilakukan penelitian akan ini, tetapi saya lupa penelitian siapa =p), yang tak jarang tidak dapat menjawab pertanyaan mereka tetapi malah memberikan informasi yang salah. Akhirnya, tak heran, banyaknya kasus seks pra nikah atau aborsi yang melanda remaja Indonesia.

            Kebisuan akan topik seks ini terus berlanjut sampai nantinya seseorang dewasa, bahkan menikah. Tak jarang, seorang istri malu untuk mengungkapkan kalau “Saya kurang puas”, “saya ingin mencoba gaya lain”, atau hal-hal semacam itu. Apalagi adanya anggapan bahwa wanita berada dibawah dan laki-laki adalah superior, walaupun emansipasi terus berjalan sampai sekarang, dan gong feminism mulai ditabuhkan.

Pada akhirnya, adalah fenomena yang disebut marital rape, yaitu pemerkosaan oleh suami. Mungkin sebagian besar dari Anda akan bertanya-tanya, pemerkosaan oleh suami?? Apakah bisa? Bukankah dengan menikah otomatis seseorang sudah dilegalkan menurut hukum maupun agama untuk melakukan hubungan badan. Jadi.,.dimana letak pemerkosaannya. Yah..itulah kira-kira tanggapan dari sebagian besar kawan ketika saya ingin mengajukan topik skripsi marital rape ini. Apalagi Indonesia memiliki mayoritas penduduk yang menganut agama Islam, termasuk saya, yang menganut pandangan bahwa wanita wajib untuk melayani suami. Jadi..mungkin sungguh tidak terbayangkan adanya marital rape ini.

            Well. Boleh percaya atau tidak. Tetapi hal ini memang terlanjur ada. Dimulai dari tahun 1978, ketika seseorang bernama Greta Rideout menuntut suaminya atas marital rape ini. Bahkan beberapa negara sudah mengakui hal tersebut, dalam hal ini mengatur tentang hukuman untuk seorang suami yang memperkosa istrinya. Di Indonesia sendiri, belum ada UU akan hal ini (lah, wong sebagian besar masyarakatnya saja tidak tahu akan kehadiran hal ini =p). Tetapi, di tahun 2004, pernah ada pengajuan akan hal ini, walaupun pada akhirnya tidak disetujui.  

Mungkin kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari pemerkosaan ini, dimana Pemerkosaan didefinisikan sebagai hubungan oral, anal, atau penetrasi vagina yang dilakukan tidak berdasarkan persetujuan kedua belah pihak, melainkan berdasarkan paksaan, dengan ancaman atau penyiksaan fisik, atau ketika korban tidak memiliki kemampuan untuk memberikan izin (Koss, 1993, p.1062 dalam Hyde, 2007). Jadi tanpa adanya persetujuan dari kedua belah pihak, itu sudah merupakan pemerkosaan. Walaupun hal tersebut memang sudah dilegalkan. Hal ini sendiri saya ibaratkan seperti makan. Dimana seks merupakan kebutuhan pokok bagi seorang dewasa yang sudah menikah, begitupun makan, yang merupakan kebutuhan pokok bagi semua manusia. Memang, manusia harus makan, tetapi kalau dalam kondisi kenyang, dia  terus dijejali makanan, atau..ia dijejali makanan yang tidak dia suka, atau ketika makanan tersebut ditaruh di tempat yang tidak seharusnya (tempat sampah misalnya), dan ia tetap dipaksa untuk memakan makanan tersebut. Apa yang terjadi? Mungkin ia malah muntah. Humm..apa yang salah dari memberi makan? Toh..makan adalah kebutuhan setiap makhluk hidup. Tetapi cara atau bentuk yang salah dari makanan tersebut dapat menyebabkan hal tersebut menjadi tidak tepat. Begitupun dengan berhubungan seks, dimana hal tersebut harus dilakukan dengan orang dan waktu yang tepat.

Mungkin hal tersebut belum dapat menggambarkan marital rape. Salah satu contoh nyatanya adalah ketika itu saya pernah mendengar cerita tentang seseorang yang sedang hamil. Suaminya setiap malam ingin berhubungan seks. Sementara istrinya yang sedang hamil ini kesakitan setiap kali mereka berhubungan (mungkin karena pengaruh hamilnya). Ketika diberitahukan mengenai masalah ini, si suami masih saja tetap ingin berhubungan. Memang, meminta untuk berhubungan seks adalah HAK suami. Tapii..kalau istri  sedang kesakitan seperti itu? Dan mungkin dapat membahayakan kesehatan si janin. Apakah bukan merupakan hak istri pula untuk menolak? Dan jika istri menolak dan suami memaksa, itulah yang baru dinamakan marital rape.

Dibawah ini adalah artikel yang diambil dari kompas yang dapat lebih menjelaskan mengenai marital rape ini. klik disini

            Akhir kata, jika ada yang pernah mendengar mengenai hal ini, atau mengetahui tentang seseorang yang mengalami hal ini, atau pernah mengalami hal ini (maaf..sensitif). Tolong hubungi saya di email: sweet_choco_candy@hotmail.com. Saya senang sekali jika bisa berdiskusi banyak tentang hal ini. Atau..jika ada yang mau menjadi volunteer untuk menjadi subjek saya =p. Hehe..let me know.. Terimakasih..

 

Best Regards,

Devi

Iklan

One thought on “Marital Rape

  1. aduh dev mengapa lo menyuruh gw membaca masalah yang lo tulis ini,, kalo boleh tanya penelitian lo nanti bertujuan untuk kalangan yang sudah menikah dengan merital rapenya atau meluruskan persepsi yang umum tentang seks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s