Egoiskah kita??

Musang penjaga : Altruisme atau Kepentingan Pribadi?

Ketika kelompoknya sedang sibuk mencari makanan, seekor musang berdiri sendiri mengawasi langit untuk mewaspadai munculnya elang, bersiap untuk memberi peringatan ketika ada yang muncul. Perilaku ini lama diasumsikan sebagai contoh self-sacrifice dan altruisme pada spesies ini. Namun, observasi terkini mengemukakan bahwa seekor musang hanya akan menjaga ketika ia telah makan dengan kenyang, dan alasan untuk melakukannya adalah untuk menjadi yang pertama melihat predator sehingga ia dapat meluncur ke dalam lubang untuk menyelamatkan diri

(sumber : Baron, Robert A. & Donn Byrne. Alih bahasa : Ratna Djuwita. 2005. Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh Jilid 2. Jakarta : Erlangga.)  

 

Artikel diatas membuat gw berpikir soal 1 hal: EGOIS

gw rasa itu adalah sifat yang mutlak dimiliki semua manusia. Tapi..kadarnya aja yang berbeda. Ketika lo berlebayan, yah..otomatis lo akan dijauhin orang. Tapi..ketika lo bisa merepress sifat itu, lo akan bener2 dipuji dan dihormati orang, dan nantinya lo akan dijuluki altruism.

Itu pemikiran gw..

Terserah lo mau setuju atau gak

Tapi setelah gw renungin kembali.

Mana ada sih orang yang ga egois?

Di balik semua tindakan, yang walaupun keliatannya baik, pasti selalu ada keinginan untuk pemuasan hasrat pribadi

Di mulai dari kita bayi, mana ada sih bayi yang gak egois?

Gw rasa 0 %, dan kalaupun ada, patut tuh dimasukin ke Guiness book of d record

Semua keinginan harus dipenuhin, harus diturutin, walaupun ini tengah malam, dan kalau gak, siap2 aja lo dengerin rengekannya sepanjang malam (serasa di rumah hantu =p), dan yah,,mana ada sih yang tahan ngeliat mukanya yang lucu. Dan begitulah si bayi dibiarkan menjadi makhluk  yang egois, (mungkin) tanpa disadari oleh caretakernay

Nah beranjak dewasa, akan ada punishment dari lingkungan, kalo lo membiarkan diri lo terus egois. So..perlahan2 seseorang mengurangi sifat egoisnya. Yah..kecuali lo tinggal sebagai orang kaya yang dimanja..

Tapi gw masih berpikir kalo manusia itu menyimpan kadar egoisnya.

Buktinya aja ada psikolog, dimana para klien ini sebenarnya hanya butuh didengarkan. Hasrat pribadinya untuk didengarkan mesti disalurkan, setelah itu baru deh PLONG..

Trus gimana sama orang-orang yang sebegitu altruisme sampai menjadi volunteer tanpa mengharapkan gaji sepeserpun? Apa itu juga disebut egois?

Kalo menurut gw ada keegoisan pribadi disana, seperti yang disebutkan oleh hipotesis empati-altruisme yang menyatakan kalau seseorang menolong orang lain yang membutuhkan hanya karena ada perasaan enak ketika melakukannya.

Yah, sebenarnya egois atau tidaknya seseorang

Bergantung lagi dari sudut mana kita memandangnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s