Cinta Sejati,,

Gimana caranya nemuin cinta sejati?

Gimana caranya nentuin siapa yang akan lo pilih untuk jadi pasangan seumur hidup lo?

Siapa yang lebih lo pilih: orangtua lo atau karir lo?

Atau kalau mo dibuat permasalahan yang paling mudah,,

besok gw mesti pake baju ini atau itu ya?

Dari sekian banyak pertanyaan itu..

Mo dari permasalahan yang tergampang sampai yang tersusah..

Dari konteksnya di luar ataupun dalam diri

Dan mencakup tingkat stress tinggi sampai rendah..

Kesemuanya itu mengandung persamaan,,

Dimana semuanya itu mengandung pilihan..

Dan gak selamanya kita dihadapkan pada pilihan : baik atau buruk (kalo itu sih gampang milihnya)..

Terkadang, Pilihan itu bisa berupa baik-baik, atau malah buruk-buruk

Tapi semuanya itu menuntut kita untuk melakukan satu hal :MEMILIH

Iya kalo masalahnya cuma pilih baju buat kuliah, itu sih gampang..

Kalo permasalahannya diperumit : pilih baju yang mana ya untuk kencan pertama dengan gebetan yang udah diidam2kan sekian tahun lamanya?

Atau dipersulit lagi : gw mau pakai baju pengantin ini kalo calon suami gw si A atau si B ya??

It’s all about dress,,it’s all about choose..

Tapi..apakah segampang itu memilih suatu hal?

 

Seorang filsuf, J.P. Sarte, pernah berkata, “hidup adalah pilihan”

Ya..tapi..mana yang harus kita pilih??

Humm..jawaban yang simpelnya sih :

             Gunain hati nurani lo

————————————————————————————————

Ok, cerita sedikit tentang hati nurani (baru diajarin nih)

Ayo,ngaku,,

Siapa diantara kita yang gak pernah nyontek??

Humm..mungkin bisa diitung jari ya alias limited edition..

Nah, inget2 deh..

Pertama kalinya nyontek gimana??

Ada rasa deg2an, takut ketauan, pokoknya semua rasa bercampur aduk jadi satu kan?

Nah..disitu yang namanya hati nurani berperan..

Hati nurani ini, menurut dosen gw, Mbak Zoya Jusung, bisa diumpamakan sebagai tape (yang volume suaranya bisa dikecilkan atau dibesarkan)

Dimana ketika kita pertama kali nyontek (aka berbuat jahat), hati nurani kita akan mencegah hal itu, nah..karena masih pertama kali, volumenya masih besar donk..dan hal itu, tentunya, menggangu kita, dan terjadilah peperangan batin disitu..dimana lo tau ”iya..gw gak boleh nyontek” dan ”tapi gw nyontek karena butuh nilai bagus nih”

So..itulah yang membuat kita keringat dingin, pucat, deg2an, dsb

Nah..besok2 pas ada ulangan, kita gak belajar lagi, atau sks lagi..

Otomatis, keinginan untuk nyontek itu timbul lagi donk?

Disini volume si hati nurani yang gede itu dikecilin dikit..dikit..dikit..dan makin lama mute..

(hal ini karena kita merasa gak nyaman dengan kehadiran si hati nurani ini)..

Sampai gak kedengaran lagi, yang akibatnya pas kita nyontek, perasaannya udah bisa aja, cuek2 bebek..  

Nah, si hati nurani ini bisa diumpamain sebagai suara Tuhan atau polisi tingkah laku.. dimana dia selalu menyuruh kita ke arah kebaikan

Humm..suara Tuhan artinya baik donk?

Sering kan kalo kita berbuat baik (sesuai dengan hati nurani) rasanya enak aja, nyaman aja..

Tapi..apakah orang2 yang menyuarakan hati nuraninya itu akan hidup dengan ketenangan?

Oo..salah..

Coba aja liat gimana nasibnya Munir, Benazir Butto, dll..

Mereka mesti hidup dengan kejaran2 orang2 yang memusuhi mereka dan tak suka dengan apa yang mereka suarakan : Hati Nurani, kebenaran..

Ya,,itulah konsekuensi yang harus ditanggung..

Jadi,,mengikuti atau mengecilkan volume dari hati nurani..pilihan itu semua ada di diri kita sendiri? Karena dua2nya memiliki konsekuensi..

————————————————————————————————

Back to the topic..

Jadi..(tetep) gimana caranya menggunakan hati nurani ini?

Atau..memperbesar kembali volume si hati nurani ini..

Biar kita pun jadi bisa mendengar dan memilih,,

mana pilihan yang paling baik buat diri kita..

jawabannya adalah:

Pilihan yang segala resikonya sanggup kita tanggung

Bingung?

Ok, jadi..setiap pilihan pasti punya resikonya masing2..

Ya kan? Rasanya, ga ada pilihan yang gak punya resiko..

Tapi kalo dihadapkan pada dua (tiga, empat, dst) buah pilihan

Pikirkan dalam2..

Manakah dari pilihan2 itu yang sanggup lo tanggung resikonya, sebesar/sekecil apapun itu..

Gimana??

Sudah lebih jelas menentukan pilihan?

Atau malah bingung? Hehe..   

Iklan

3 thoughts on “Cinta Sejati,,

  1. hahahaha aduh apakah gw akan menjadi homo jika banyak pengaruh dari luar…

    hati nurani gw sangat besar volumenya untuk mengatakan tidak..
    dan apakah volume itu akan mengecil dengan sendirinya jika ke adaan sekitar sangat besar membisikan,,, hemmm l

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s